Death

Kemarin diingatkan lagi bahwa kematian itu memanglah begitu dekat. Pagi hari itu mendengar dua kabar kematian dengan ahir hidup yang berbeda. Yang pertama, seorang teman masa kecil dulu di kampung halaman, beliau meninggal karena gagal ginjal. Masih muda, masih lajang. Seseorang yang semasa hidupnya banyak disukai orang karena iman dan akhlaknya, maka ketika meninggal banyak yang merasa kehilangan. Status-status facebook terahirnya tentang dzikrul maut,masyaAllah

“Ayah temanku tlh pergi
Sebuah keniscayaan tiap tiap yg berjiwa akan memasuki liyang lahat ini… Apa yg sdh kita siapkan? Jiwa ini sdh hilang ambisi dunia… Tiada lg ambisi menggunung… Yg terfikir hanyalah bekal amalan solehku….”

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Semoga saudaraku meninggal dalam keadaan khusnul khatimah.

Berita kematian kedua, pada saat yang sama, di lingkungan  kami tersiar kabar matinya seorang bujang yang tersengat listrik dini hari itu, pada saat hendak mencuri kabel listrik, naudzubillah. Pantesan, pada dini hari sekitar pukul dua listrik padam, ternyata terpaksa diputus aliran listriknya, karena si maling tersengat, nempel tak bisa lepas jika aliran listrik tidak diputus paksa. Ya Rabb,… apakah ini yang disebut mati konyol? wallahu’alam.

Kematian itu takdir Allaah, tapi kitalah yang menentukan apakah khusnul khatimah atau su’ul khatimah. Semoga Allaah matikan kita semua dalam kondisi sebaik-baiknya iman, aamiin allahumma aamiin.