Maha Besar Allaah yang telah mempergilirkan kelahiran dan kematian pada hamba2 yang dipilihNya. Hanya ada dua pilihan yang keduanya sama2 baik; bersyukur atas nikmat yang datang atau bersabar atas nikmat yang hilang.

Tanggal 10 Januari lalu, embak saya melahirkan putera keduanya, seminggu setelah kepergian mama. Sebelumnya, adik perempuan saya melahirkan anak pertamanya tanggal 11 November ’16, bertepatan dengan tanggal lahir mama, juga seminggu setelah saya melahirkan anak ketiga. Maa syaa Allaah! Bukankah kelahiran dan kematian, perjumpaan dan perpisahan adalah sunnatullah yang senantiasa dipergilirkan? Kedua peristiwa itu memaksa kita untuk kembali merenungkan penciptaan manusia untuk apa ia diciptakan? Semoga kelahiran jiwa2 baru ini bukan sekedar mengisi ruang yang kosong, tapi untuk menambah kecintaan pada yang Maha Menciptakan, Allaah azza wa jalla.

Welcome baby Akhtar!

Advertisements

Melahirkan Saat Masih Bukaan 4 cm, Mungkinkah?

Disclaimer:

Tulisan ini bukan merupakan anjuran medis, ini murni sharing cerita dari pengalaman partus ketiga saya.

Sudah baca Iman’s Birth Story? Di sana saya cerita bagaimana Iman lahir saat pemeriksaan VT yang masih 4 cm! Bagaimana bisa?

Ya, sudah lazim dalam persalinan alami (pervaginam) bahwa bayi baru akan lahir jika pembukaan sudah lengkap (10 cm). Saat itu tubuh Ibu akan merasakan dorongan yang sangat kuat dan panjang sampai ahirnya kepala bayi muncul (crowning) dan terjadilah kelahiran. Namun partus ketiga saya dua bulan lalu, telah memberikan gambaran yang ‘berbeda’ tentang fakta pembukaan jalan lahir (dilation).

Dalam kasus persalinan saya kemarin, saya mengalami fase laten (pembukaan 1-3) kurang lebih selama 8 jam, namun begitu bidan melakukan VT dan ternyata pembukaan 4 cm, hanya dalam hitungan menit saya merasakan kontraksi yang sangat kuat dan nyaris tanpa jeda, juga dorongan mengejan yang tak bisa saya kontrol. Berkali2 bidan mengingatkan untuk jangan ngeden dulu, alihkan dengan tehnik pernafasan.

Saya justru kewalahan dan tersengal. Saya enggak tahu lagi gimana caranya menahan dorongan dari dalam tubuh saya. Yang bikin saya takut adalah bagaimana bisa bukaan 4 cm (bayangkan irisan pisang/cracker) mengeluarkan kepala bayi yang hanya bisa keluar jika diameter jalan lahir sudah sebesar irisan melon atau sebesar bagel?

Continue reading “Melahirkan Saat Masih Bukaan 4 cm, Mungkinkah?”

My Childhood Cell Memory

Masih sulit percaya kalo mama udah gak ada lagi, masih suka linglung sendiri, dan nyesek karena belum bisa berbakti ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข Semoga Allaah karuniakan husnul khatimah ya ma, semoga sakit2 kemarin menjadi perantara Allaah hapuskan semua dosa dan salah, dan semoga Allaah kumpulkan kita nanti di tempat tinggal terindah di jannah… aamiin yaa mujiibassaailiin…

Dari ketujuh anak mama, saya merasa yang paling sedikit baktinya, yang paling gak berguna ๐Ÿ˜ข. Tapi wallahi, do’a untuk mama (rahimahullah) akan terus saya lantunkan agar Allaah berikan seat nanti untuk kita kumpul2 di syurga, insyaa Allaah aamiin.

Continue reading “My Childhood Cell Memory”

IMU, Mom!

The pain and regret of not making the most of every single moment we spent together is worse than the pain of your death. If I had the chance to meet you for one last time I would just ask you to hug me as tightly as you can, rest my head on your shouldersโ€ฆ and cry till my tears run dry. I miss you mom ๐Ÿ˜ข

“Allahummaghfirlaha warhamha wa โ€˜afiha waโ€™fuanha.โ€

Mom ๐Ÿ’– (rahimahullah)

Mom in Law & Mom in Pink

ูƒูู„ูู‘ ู†ูŽูู’ุณู ุฐูŽุงุฆูู‚ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุชููˆูŽููŽู‘ูˆู’ู†ูŽ ุฃูุฌููˆุฑูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ููŽู…ูŽู†ู’ ุฒูุญู’ุฒูุญูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุฃูุฏู’ุฎูู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุฅูู„ุง ู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ู’ุบูุฑููˆุฑู

(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. -Q.S Ali Imran, 185)

3 Januari 00.01 mama (rahimahullah) menghembuskan nafas terahirnya. Inna lillahi wa innailaihi raji’un ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ฃ. Ya Allaah, sesunguhnya ia adalah mutlak milikMu, tak ada yang mampu mencegah atau menghentikan waktu jika ajal telah ditetapkan. Tapi ya Allaah, izinkan kami mengharap rahmatMu yang agung untuk mengampuni semua dosanya dan menerima setiap ibadah dan amal baiknya, jadikanlah alam kuburnya taman dari taman2 syurga serta jauhkan ia dari siksa kubur yang dahsyat itu yaa Mujiibassaailiin ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข. Ya Rabb, mampukan kami untuk berbakti meski raganya tak lagi ada ๐Ÿ˜ข

Teriring doa, โ€œAllahummaghfirlaha warhamha wa โ€˜afiha waโ€™fuanha.โ€

Muslimah Kok Gokil?!

Innalillahi… ahir zaman. Fenomena muslimah gokil, alay, dan lebay makin menjamur. Kalau kita semua diam, maka sama saja mebenarkan kelakuan saudari2 kita sendiri. Sebut saja Ria Ricis. Maap sebut merk. Publik figur, selebgram dan video creator dengan 7.9 juta followers instagram yang lagi anget2nya diperbincangkan saat seorang netizen mengkritik kelakuan Ricis yang dinilai berbahaya, khususnya bagi anak2 remaja penggemarnya. Ricis memposting video tentang squishy dares, ada yang mengguntingnya, membuangnya ke closet, buang ke laut, diblender, etc. Sebenernya konten video itu

Continue reading “Muslimah Kok Gokil?!”

SELFIE, YEAY OR NAY ?!

Dari IG @ummal_ghifari

Caption-nya dakwah, gambarnya selfie… maksudnya apa, ustadzah? ๐Ÿ˜

Statusnya mengenalkan tauhid, membumikan sunnah, mendakwahkan hijab, menjelaskan bid’ah, mengcounter pemahaman sesat… tapi disertai gambar wajah cantik meronah, njur aku kudu piye, ustadzah? ๐Ÿ˜ฏ

@ummal_ghifari

Beberapa akhawat pembawaannya memang sangaaat ramah, yg malah terkesan kegenitan (ke lawan jenis) Ops, maaf ya, I’m so frank!
Sama sekali gak bermaksud menggeneralisir para akhwat ya, karena akhwat yg menjaga rasa malunya itu masih jauuuh lebih banyak. Yang bikin geleng2 kepala itu yang ‘beyond’

Continue reading “SELFIE, YEAY OR NAY ?!”

Iman’s Birth Story

Kisah partus ketiga. Lahir pada uk 41w1d. Planned and Assisted Homebirth. .

Bismillah,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allaah, Yang Maha Kuasa, yang menjadikan proses kelahiran tiap makhlukNya sebagai pelajaran berharga tentang keajaiban penciptaan.

Pada hari Senin, 6 November ’17 alhamdulillah telah lahir anak ketiga kami, pukul 15.40 wib. Dibantu seorang bidan desa, anak laki2 yang kami beri nama Hilman Al Ghifari lahir spontan, disambut pekikan hamdalah orang2 yang mencintainya…๐Ÿ˜Š

Saat uk masih 27w bubid minta saya untuk usg, tapi baru sempat usg saat uk 37w, yang kata dokternya bayi saya posisi sungsang (frank breech) ๐Ÿ˜ข. Dokter bilang berbagai kemungkinan, mulai dari posisi yang tidak bisa kembali normal, (kalopun bisa kemungkinan kecil karena sudah diatas 32w), hingga berbagai komplikasi jika persalinan tetap dilaksanakan secara normal. Ujung2nya minggu berikutnya saya disuruh balik lagi untuk cek posisi janin dan atur jadwal operasi caesar ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ˜ฒ Tapi anehnya

Continue reading “Iman’s Birth Story”