Topi Sekolah

image

Tema : Cerita tentang Sekolah

Ummi :  Nanti kalau Gege sekolah, pake tas ya…
Gege : Ya Mi
Ummi : pake seragam ama sepatu ya…
Gege : Ya Mi
Ummi : Pake Dasi ya…
Gege : Ya Mi
Ummi : Pake topi ya…
Gege : No No Mi !
Ummi : Lo, kenapa?
Gege : Ake yambut aja Mi! (Pake rambut aja Mi)

😀
😀

Advertisements

Telur Gabus

Siang kemarin Gege bantuin ummi bikin camilan ‘telur gabus’ 🙂 Dia seneng banget bantu milin adonan tapioka + telur itu. Kita bikin yang ori dulu deh ya Ge, 🙂 Sambil bantuin milin terus dicemplungin di rendaman minyak dingin, Gege terus nanya ini itu. ”Ini apa mi? Macuk cini ya, Mi? O, macuk cini… Gege iat, Mi…” etc. Setelah selesai milin semua, seperti biasa Gege minta digendong, dia mau lihat proses masaknya.

Inilah dia ‘telur gabus’ yang segede ‘telur buaya’ karya Gege 😀

image

image

”Cicip, Mi!” Pinta Gege. Ternyata dia suka hasil karyanya sendiri, xixixi,

Mitos Vs. Hormon

Salah satu fenomena 😀 umum pasca persalinan adalah rambut rontok. Rontoknya dari yang level normal sampai ekstrim (meski tak menyebabkan kebotakan 😀 ) Saya sendiri sedang mengalaminya 🙂 Awalnya stress dan meski sudah kedua kalinya, masih saja panik, they just keep falling down 😦 Sempat malas dan takut nyisir rambut (meski nyisir pake jari sekalipun). Meski lingkungan faham dan memaklumi fenomena ini, namun yang membuat dahi saya mengernyit, kondisi rambut rontok ini selalu dikaitkan dengan mitos. Bagi mereka bukan mitos sih, dari cara ngomongnya aja 100% yaqin. Hehe.

Mereka bilang, kalo anak sudah mulai main ludah, siap-siap aja dengan rambut rontok. Atau anak laki-laki lah penyebab kerontokan ekstrem, sedangkan anak perempuan rontoknya tak seberapa. Hehe. Ada-ada saja.

Bagaimanapun, saya gk pernah percaya mitos. Menurut medis, kondisi rambut rontok bagi ibu pasca persalinan dan sedang menyusui, ITU BIASA TERJADI. Penyebabnya adalah hormon estrogen yang menurun tajam. Sebagai konsekuensi hormon yang tidak stabil inilah rambut jadi rontok 🙂

Hal lain yang BIASA dialami oleh ibu yang menyusui eksklusif adalah tidak kunjung mendapatkan haid. Saya agak kaget juga setelah lahir anak kedua siklus haid menjadi tidak normal. Bahkan sudah hampir 5 bulan ini belum kembali haid. Masih menurut medis, hal ini wajar bagi ibu yang menyusui tidak mendapatkan haid, bahkan ada yang selama 24 bulan tidak haid. Hal ini disebabkan hormon prolaktin yang berlebihan, sehingga menekan hormon estrogen dan akibatnya tidak mendapatkan haid (tidak subur). Hal ini juga menjelaskan bahwa menyusui dapat menjadi kb alami. Ok, got it! 🙂