Like Brother Like Twins

image

Up: Fathan Al Ghifari
Down : Ghozi Al Ghifari

I just realized that you both share identical eyes, nose, cheeks, ears, eyebrows, lips, etc.etc 🙂

#4monthsOld

Advertisements

Just like my childhood, the big sibling loves talking and smiling in his sleep; well, sometimes tho. The saying can be as sweet as ‘take a good care grandma’ or as lovely as ‘all right, ummi…’ Most of them very solid, with gentle intonation. Sometimess, too, he looks upset and blue with eyes closed, begging me not to insist my wills. ‘No, no, Ummi, please let me’.

🙂

#SleepTalker

Rumah Virtual Untuk Anak-anak

Ngomongin kegiatan blogging saya, artinya ngomongin kegiatan sehari-hari saya dan keluarga. Bagaimanapun, komposisi blog ini 80% nya merupakan reportase kegiatan sehari-hari, atau segala hal yang terjadi dalam keluarga kami. Alhamdulillaah, bulan Oktober ini blog saya berusia tiga tahun. Ibarat balita sedang lucu-lucunya, sedang menggemaskan dengan segala polah celoteh-nya, 🙂 seperti Ghozi, tokoh utama dalam blog ini. Nah, sebagai selingan, sisa yang 20% dari kegiatan ngeblog saya isi dengan sesekali ikutan kontes blog, atau sekedar cerita ringan yang tiba-tiba muncul di kepala 🙂

Apa yang ingin saya kejar dalam kegiatan blogging ini?
Momen tumbuh kembang anak-anak menjadi sasaran utama saya dalam ngeblog, hal sekecil apapun sebisa mungkin saya tuliskan dalam timeline blog. Semacam diary? Bisa jadi 🙂 diari virtual 🙂 tapi saya lebih suka menyebutnya rumah virtual, rumah yang bisa jadi bukti kenangan indah bersama anak-anak. Kelak, ketika mereka sudah dewasa, dan kangen masa kecil yang penuh keceriaan, mereka tinggal masuk dan menyelam ke dalam rumah virtual ini. Bagaimanapun mereka tumbuh dengan pesatnya, jika tidak saya catat pertumbuhan mereka, saya takut akan lupa. Lagipula saya termasuk orang yang suka mendokumentasikan segala hal yang berbau ‘kenangan’, apalagi ini membangun kenangan masa kecil yang tidak mungkin terulang.
Oleh karena itu, saya berpacu dengan cepatnya mereka bertumbuh, berkembang, dan belajar banyak hal. Ghozi yang berusia tiga tahun baru saja memasuki gerbang ‘critical thinking’nya, sedang asyik mengeksplor lingkungan sekitar, sedang cepatnya menyerap cerita yang saya sampaikan, dan sedang gemar mencoba hal-hal baru. Sedangkan adiknya, Fathan yang masih berusia empat bulan juga tak luput dari pengamatan saya. Dalam empat bulan pertama kehidupannya, bahkan ia sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap buku, hehe 😀 bahkan jika kalian beri dia satu lembar koran, maka koran itu akan habis dilumatnya, dikrues-krues-nya. 😀 Jadi, bagaimana mungkin saya tidak menuliskan tiap tumbuh kembang mereka? Untuk itulah saya ngeblog 🙂

Terkadang saya membayangkan jika kelak anak-anak sudah menjadi orang yang sukses, berpengaruh, lagi mulia, dan banyak yang ingin mengetahui masa kecil mereka, insyaAllaah blog sederhana ini bisa jadi salah satu referensi yang akurat 🙂 sebab langsung ditulis oleh ibu kandung mereka. Siapa tahu juga ada yang ingin membuat biografi anak-anakku kelak, maka bolehlah blog ini masuk ke dalam daftar pustaka. Semoga bukan hanya berahir di imajinasi, semoga Allaah ijabah do’a saya, aamiiin 🙂

Untuk proses blogging-nya saya bagi menjadi tiga tahap; drafting, revising, dan proofreading.

image

Drafting with WPS office

Yang pertama, drafting, yakni ngedraft tulisan. Biasanya saya bikin draft menggunakan fasilitas dari aplikasi WPS office yang bisa diunduh secara gratis. Apalagi untuk postingan yang panjang, ngedraft offline insyaAllaah lebih aman, menghindari kalau tiba-tiba terjadi lowbat atau gangguan signal; tapi kalau pendek mah langsung saja ke dashboard.

image

Selesai dengan draft kasar, biasanya saya langsung sorting gambar/foto penunjang tulisan untuk kemudian diedit. Awalnya saya cuma pakai foto editor bawaan tablet, yang filternya sangat terbatas, alhamdulillaah sudah beberapa kali ini pakai Picsart, lebih canggih dan banyak fiturnya 😀 Bagian paling ribetnya adalah saat membidik kamera, apalagi tablet saya hanya ada kamera depan, jadilah kalau sedang ambil kegiatan anak-anak harus jejengkingan agar angle-nya sesuai harapan. Susahnya lagi, anak-anak kan cenderung bergerak, jadi harus ‘take’ berkali-kali, karena kebanyakan hasilnya ‘ngeblur’ 😀 Oh ya, kalau ada foto-foto di blog yang bagus hasilnya itu karena pinjem kamera hape suami :D, di edit pake kamera 360 :D, eh, tapi bnyak juga kok foto-fotonya yang alami, gak pake filter, dan tetep bagus 🙂 Terkadang dalam drafting ini saya edit foto dulu baru beri caption atau tulisan penunjang lainnya, karena kadangkala saya hanya ingin menampulkan runutan peristiwa by picture, not by words 🙂 Oke, lanjut tahap kedua, yaitu revising; pada tahapan ini biasanya draft sudah masuk dashboard untuk kemudian direvisi jika ada penambahan atau pengurangan, memperbaiki kalimat yang ambigu, juga koreksi untuk tingkat koheren-nya 🙂 . Yang terahir adalah proofreading, bagi saya hal ini penting, mengoreksi tiap kata dan tanda baca, agar pembaca tak kehabisan nafas karena saya lupa menyelipkan tanda koma (,) atau malah mengernyitkan dahi karena terjadi typo di mana-mana, 🙂 Setelah semua tahapan dilalui, barulah postingan siap go publik. Yeay!

Untuk kualitas tulisan, jelas, tulisan saya masih jauh tertinggal dibanding teman-teman blogger yang lain 🙂 . Banyak momblogger yang membuat saya terkagum-kagum dengan blog mereka yang sangat produktif. Saya tahu mereka bahkan jauh lebih sibuk dari saya, namun mereka bisa menyiasati waktunya untuk menulis hal-hal yang keren dan cerdas. Salah satunya blog Emak Gaoel, silahkan buktikan sendiri :-), saya suka tulisannya yang renyah dan berbobot 🙂 Postingan saya ini pun dalam rangka ikut berpartisipasi dalam kontes blog yang diadakan oleh Emak Gaoel dan disponsori oleh brand yang mempunyai tagline Go For It, apalagi kalau bukan smartfren 🙂 Hadiahnya bikin ngiler, iya, bener, secara andromax 4G LTE advanced… ^_^

Apapun hasilnya nanti, saya sudah senang bisa ikutan berpartisipasi diblognya Emak Gaoel, sukses yakz!

image

4 m.o Fathan

image

4 bulan, dan lagi suka memble-memblein bibir 😀 , ngeluarin suara motor yg distarter 😀 , dan maenan air lier liurnya sendiri 😀 Oh ya, Fathan udah lumayan bisa berguling dari posisi tengkurap-telentang, dn sebaliknya, lincah euy, alhamdulillaah…

Semoga Allaah jaga iman dan akhlaknya, aamiin… 🙂