No Printer No Tears

Too many worksheets to be printed out, yet the printer itself stopped working T_T Printer O’Printer, what shall we do?

Ahirnya kami menemukan jalan lain ke Roma πŸ˜€ Tak ada lembar kerja hardcopy-nya, kita masih bisa pake softcopynya kok, salah satunya bisa pake menu edit foto dan pilih ‘doodle’ πŸ˜€ kayak yang Gege lakukan…

image

image

image

Belajar tentang jenis pekerjaan

image

Etc.

Alhamdulillaah, no printer no tears πŸ™‚

Advertisements

DIY Monster Truck

Ada kardus malang di kotak sampah
Tak bertuan tak terjamah
Menunggu anak pulang ke rumah
Agar sang kardus jadi lebih mewah

πŸ˜ƒ
Asli, saya gak bisa berpantun aslinya, just leave it, everybody πŸ˜›

Yuk, bikin mobil-mobilan dari kardus yang tak lagi bertuan, kardus malang 😜

image

Been his favorite DIY car of the day, yeay!

Then we decided to turn it into ‘monster truck’ this way

image

image

image

Maenan ini didesain khusus untuk indoor πŸ˜€ bisa guling-guling kalo diseret di luar jalan batu sana πŸ˜€

DIY Photo Puzzle

Permainan ini dapat melatih anak mengembangkan kemampuan silogisme. Selain itu anak juga bisa berkenalan dengan angka dan huruf lo, karena pada tiap potongan puzzle dituliskan angka dan huruf yang jika puzzle telah benar tersusun maka terbentuk juga urutan angka dan abjad yang benar.

Ayo, coba kita kumpulkan foto anggota keluarga. Potong-potong menjadi beberapa bagian. Biarkan si kecil mengotak-atik puzzlenya. Biasanya anak-anak akan terlihat antusias saat mereka hampir menyelesaikan puzzle tersebut. Gege sendiri sontak antusias dan teriak, ”Ini Nenek; Ini Abo; ini Ummi, Abi, Adek, etc ” saat tangan kecilnya menyelesaikan potongan puzzle terahir πŸ™‚ Lumayan juga kan buat checklist silabus home preschool kita, tentang mengenal anggota keluarga, yg bisa kita integrasikan dengan permainan edukatif ini, alhamdulillaah.

image

image

❌❌ Mi

Beberapa bulan belakangan Gege lagi demen banget bilang ”No-No Mi!” Ini bukan merk mie instan btw, atau jajanan bocah terbaru; no-no Mi lebih dari itu. No-no Mi merupakan respon penolakan terhadap kalimat imperatif oleh Mi (Ummi) sebagai pemberi perintah πŸ™‚ ; juga berlaku saat Gege menolak bantuan yang ditawarkan.

No-no, vocab bahasa Inggris pertama Gege yang sangat sukses dilafalkan dan diimplementasikan dalam keseharian :D, bahkan kuping saya sekarang mulai bosan dengan No-No Mi, yang dalam seharinya bisa diucapkan 20 kali πŸ™‚

Contohnya:
”Ummi bantu bikin susu-nya ya?”
No-no Mi (Bisa sendiri, tak payah lah)
”Ummi bantu guntingin ya?”
No-no Mi (Aku mah udah mahir main gunting)
”Ummi mandiin ya?”
No-no Mi (Dengan senang hati mandi sendiri sekalian main air)
”Ummi bantu cebok-in ya?”
No-no Mi (Biar aku aja, Gege cebok bisa)
”Yuk, bobok!”
No-no Mi

etc.

Awalnya saya tetap bantuin dia meski dy bilang No-no Mi, soalnya saya masih khawatir gitu. Tapi bisa dipastikan jika saya memaksa, percakapan tersebut akan berahir dengan tantrum. Almost always. Sekarang saya sepenuhnya sadar, bahwa si bujang sudah bukan bayi lagi yang kebutuhannya masih sangat bergantung pada orang tua. Si bujang sudah masuk usia prasekolah, yang artinya tak lama lagi akan jadi anak sekolah-an πŸ˜€ Btw ngomongin sekolah, Gege mah kalo ditanya Gege kepingin sekolah gak? jawabannya pasti ”…nggak, ah!” Ya udah, belajar di rumah aja kalo gitu ya! Emang sih, belum lama juga Gege mulai cerewet dengan kemampuan verbalnya yang hingga saat ini masih berjuang dalam penggunaan modifier, dan subject-verb agreement, :D, maka kami menikmati saja segala celoteh-nya, termasuk frequently words spoken ini, No-no Mi πŸ˜€

Menurut pakar anak, momen no-no Mi itu punya manfaat bagi tumbuh kembang anak lo. Oh, ya? Betul, konsep ‘memahami diri’ sebagai individu yang utuh ada dibalik semua ini. Anak sedang mencoba menerobos batas aktivitas yang dulu belum bisa dilakukannya. Sekali diberikan kepercayaan atau otonomi, dia akan ingin selalu melakukan hal lainnya tanpa bantuan.

Alhamdulillaah, insyaaAllaah, semoga Gege tumbuh menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri yang benar. Semoga Allaah menjaganya selalu, aamiin.

Brothers

How cute!

Abg Ghozi is the gentlest and the mildest brother in the whole earth! πŸ˜„.

It took only around two months for him to get accustomed to the newly hectic days, especially when the newborn came into the midst of our little fam. At first, it was quite tough how he misbehaved too often, being too cranky and yes, it brought the blues to all family members. Alhamdulillaah, those days are done 😘

He’s now, the real Abang for Fathan; he’s the grown up big brother with mature understanding that, love is to be shared 😘 One of the joys we really grateful for is that whenever Fathan sneezes, Abg Ghozi must be the first person responding to the sneeze by saying, ‘alhamdulillaah’ expecting his little bro to say so himself. Then say, ‘yarhamukallah’ Abang… πŸ˜ƒ

All praise is to Allaah!