BerburuRusa

Suatu siang, Gege minta difotoin di depan rumah rusa 🙂 di kampus Unila…

image

Itu, Miiii…. 

image

Mlipir-mlipir

image

image

image

Ambilk fotonya yg bagus ya, Miii…. 🙂

image

image

Lagi, Miiii….

image

Hadeeeh, ni bocah doyan banget dijepret 🙂 Kali ini Gege mau jadi model tulisan ”Dilarang Memberi Makan Satwa” 🙂

Btw, mana rusanya ya Ge? Kyknya sih lagi bobok cantik mereka, 😀

Advertisements

FC Emang Keren

Saya bukanlah seorang Food Combiner, tapi jujur sangat ingin mencoba (dengan sungguh-sungguh) pola makan sehat ini. Sebenarnya sudah dari beberapa tahun lalu istilah ini akrab berseliweran di med-sos, apalagi saya iseng-iseng join group FC di facebook, follow tweeter dan akun fb dari beberapa penggiat FC Indonesia, dan sesekali mampir ke beranda mereka, untuk sekedar nambah wawasan tentang pola makan ini. Dan alhamdulillaah, kini saya bisa juga belajar dari blog mba Widyanti Yuliandari tentang FC yang mudah, enak, dan tentu saja sehat. Siiiip deh 😀

Sebenarnya dari awal saya sudah jatuh cinta dengan aturan diet sehat ini. Soalnya dalam FC kan peran buah-buahan sangat diperhatikan, dan saya alhamdulillaah penyuka aneka jenis buah, kecuali durian 😀 Jadi sebenarnya ketertarikan untuk mencoba FC sudah hadir secara alamiah :D, namun ya itu, sampai sekarang saya masih sulit meninggalkan pemisahan makanan (food separation) yang dianjurkan dalam FC, misal tidak mengkonsumsi karbohidrat dan protein hewani secara bersamaan karena dapat menghambat kerja sistem pencernaan. Pola makan saya memang masih tergolong ‘semau lidah’, kapanpun kepingin apa, hajar aja 😀

image

Hm, ngomongin buah-buahan, dulu sekali saya sering bertanya-tanya tentang aneka buah yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, yaitu: anggur, kurma, zaitun, tin, delima, dan pisang. Bahkan Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa yang menjadi salah satu kenikmatan penghuni syurga, adalah hidangan berupa buah-buahan yang tidak pernah berhenti berbuah, yang tidak terlarang mengambilnya (Q.S Al-Waqi’ah: 32-33). Saya jadi sering berkhayal kenikmatan memetik aneka buah-buahan itu dengan semudah-mudahnya semau saya, pasti rasa, warna, dan bentuknya jauh lebih nikmat dibanding dengan buah-buahan dunia. (Semoga kita semua dimudahkan jalannya untuk menuju syurga yaa, aamiin ya Allaah).

Balik ke diet FC yang menyehatkan, yang ternyata sudah pula diterapkan oleh Rasulullah jauh sebelum dikembangkan oleh pencetus FC modern. Menurut riwayat yang bisa dipercaya sanad-nya, seperti ditegaskan oleh Prof. Dr. Musthofa  Rimadhon, bahwa Rasulullah Muhammad s.a.w. sangat menjaga pola makan yang sehat, sehingga membuat tubuhnya sangat imun terhadap berbagai penyakit. Seperti pola makan beliau yang mengawali hari dengan bangun pagi sebelum subuh (oksigen di waktu ini masih sangat baik dan bersih), pagi hari beliau mengkonsumsi segelas air dingin dengan dicampur madu asli, waktu dhuha beliau mengkonsumsi 7 butir kurma, waktu sore biasanya beliau memakan roti, cuka, dan minyak zaitun, malamnya beliau mengkonsumsi sayur. Ritme pola makan beliau ini, yang seiring majunya riset modern, menjelaskan bagaimana makanan dibedakan dalam golongan asam, basa, dan netral, serta bagaimana siklus fungsi tubuh bekerja, seperti prinsip dasar FC yang membagi 3 siklus, pencernaan, penyerapan, dan pembuangan, selama 24 jam non-stop. MasyaAllaah, Rasulullah memang luar biasa, beliau begitu menjaga pola makan sehat ini sehingga badan selalu bugar, jarang sakit. #WeLoveOurProphet 🙂

Saya jadi semakin ingin mencoba pola makan ala Rasul, ala Food Combining nih jadinya 🙂 Apalagi FC ini bisa diterapkan pada siapapun, termasuk bumil seperti saya. Saya sudah baca-baca artikel yang mengupas FC ala bumil, yang tentu saja aturannya lebih longgar secara bumil cepet banget kerasa laper (maunya craving time terus :D); misal menjaga asupan asam folat, zat besi, kalsium yang banyak terdapat pada sayuran, konsumsi buah, ikan, dll. Memang benar ya, FC ini bener-bener deh, keren abis.

Semoga kita semua dimudahkan dalam ikhtiar pola makan yang halalan toyyiban ini, aamiin. Semoga generasi kita banyak mencetak generasi yang sehat raga dan jiwanya, aamiin. 🙂

Diikutkan dalam GA Buku Food Combining

image

Feeding Nina

Nina adalah nama anjing penjaga rumah tetangga. Sehari-hari berkeliaran ronda 🙂  Gege mau coba kasih makan Nina, kasihan katanya, suka nguprek-nguprek sampah di belakang buat dikunyah. Etapi, Gege ksih dy makan pake lalapan pahit si daun ‘paya 😀

image

image

Nina kan gak makan dedaunan Geee, hehe,

image

Waktu Nina coba untuk kabur, eee malah dikejar ama Gege. Sini balik, makan dulu sana, kata Gege, hehe.

image

Gak tahunya adek Nina, si Berto datang tergopoh-gopoh melihat adegan itu, kali ini Gege yang terbirit-birit lari masuk rumah, ”Umiiiiii!” 😀

Si Ajiib Wajib

Benda apa yang gak pernah ketinggalan dibawa saat travelling, hayooo? Sekilas pertanyaan ini simpel ya, tapi bagi saya butuh waktu lama untuk ketemu jawabnya, hehe. Kalau jawabannya, hape, charger, dompet mah udah jawaban standar, secara tiap orang pasti akan nge-check ketiga benda ini sudah nangkring di tempatnya apa belum. Tapi kalau jawaban yang diminta itu harus benda yang unik, yang kita banget? Hm…

Di postingan kali ini, biarlah saya berbagi rahasia tentang benda misterius itu :D, yang ikut ke manapun pergi, yang nempel terus kayak perangko 😀
Btw, saya lupa nyebut di awal, kalau benda ini bukan milik saya, dan saya sedang tidak menceritakan kisah saya dan benda itu, yaa 🙂

Ya, saya mau berceloteh tentang benda wajib yang ajiiib dibawa ke manapun suami pergi; baik pergi kerja, kumpul-kumpul komunitas, atau jalan-jalan sekalipun. Benda ini sangat ramah di tempatkan di manapun; bisa masuk dompet, saku, pouch, bahkan ni benda sudah jadi penghuni tetap mobil kami. Hihihi, banyak banget back-up nya? Iya, namanya juga benda wajib yang ajiiib 😛

Apa hayooo! Apa? Buku nikah? Hehe, bukaaaan.
Buku tabungan? Bukaaan, *eh, bisa jadi, bisa jadi.
Kartu Tanda Penduduk alias ktp? Hm, juga bukan, tapi jawabannya mendekati 🙂

Apa dong? Oke deh, saya kasih tahu. Liat baik-baik gambar berikut ya.

image

Name card!

Yes, yikes! You got it so right 😀
Suami saya gak bisa ketinggalan ama ni benda. Meski do’i bukanlah seorang pejabat penting, bukan pula pengusaha kaya raya, melainkan seorang entrepreneur biasa yang senang mencari teman di manapun ada kesempatan. Do’i tipe orang yang mudah berbaur dengan semua kalangan, mulai dari kalangan pejabat, dosen, mahasiswa, sesama pelaku bisnis, pedagang, petani, etc, etc. Bahkan sering saya nanya, ”Siapa tadi, Bi? Asyik amat ngobrolnya?” Jawabannya adalah, si Fulan, baru kenal di sini. Haaaah! Saya fikir teman lama yang udah lama gak ketemu…

Ya begitulah do’i, dengan mudah membuka obrolan dengan tema apa saja. Saat bertemu pejabat dewan misalnya, do’i bisa memulai obrolan dengan hal-hal seputar website pemerintahan, buku agenda kerja, dll; bertemu kalangan mahasiswa, yang dibahas mulai cara bikin proposal bisnis sampai eksekusi kewirausahaan; bertemu petani singkong, do’i ngompor-ngomporin mereka buat mengolah singkong-nya agar punya nilai jual yang lebih baik dibanding langsung menjualnya ke tengkulak; berkumpul dalam komunitas kreatifnya apalagi, semakin banyak hal-hal yang selalu menarik untuk dibahas dan diterapkan. Bahkan sewaktu singgah di kedai pinggir jalan pun, suami menawarkan kerja sama dengan pemilik kedai untuk menjual produk oleh-oleh khas Lampung.

Keterampilannya dalam meyakinkan orang-orang tersebut akan semakin ditunjang saat suami membagikan name-card-nya untuk obrolan lebih lanjut. So, itulah sesungguhnya alasan dibalik barang wajib yang ajiiib satu itu, name card 🙂

Diikutkan dalam 1st GA – Benda yang Wajib Dibawa Saat Jalan-Jalan

image