Been A Year

Ramadhan barokah.

Kawan, Ingatkah kalian tahun lalu, saat kita menjalani Ramadhan di kampung KKN nun jauh di sana. Puncak musim kemarau waktu itu, suasana sahur yang seringkali hanya ditemani lilin atau lampu emergency, sebab listrik diesel yang tak selalu nyala. Bagai terjebak di sarang nyamuk-nyamuk ganas, tak banyak yang bisa dilakukan untuk menghalaunya selau tepak tepuk penuh kemenangan saat mendapati nyamuk yang tewas ditangan. Belum saat kita kehabisan air minum, kompor gas yang tak menyala, tungku yang dingin karena embun, dan terpaksa kadang sahur hanya minum setengah gelas air, atau seperempat. Esoknya, harus menempuh satu stengah jam perjalanan menuju pasar terdekat dari kampung untuk membeli persediaan makanan seminggu kedepan.

Usai sahur, langsung mengerjakan piket harian masing-masing. Ada yang nyupir alias nyuci piring, beberes dan nyapu, nimba air untuk masak, dll. Sholat subuh, tilawah, dan antri mandi. Seember doang mandinya, pake air susu, hehe, alias lempung. Atau ngungsi ke sumur tetangga yang masih punya air jernih. Terus siap2 ke sekolah. Bapak Ibu guru KKN mah mana boleh telaaat 🙂 dan salutnya, Gege ikutan heboh dengan rutinitas harian itu. Jam enam pagi udah harus mandi, pake aer butek segeeer, kecipak kecipuk, byur byur dah ah. Angkat, tiriskan, olesi minyak telon, pakein diaper, baju dinas, pake parfum baby dikit biar wangi, gak ketinggalan sepatunya. Suapin sarapan, seringnya pake scrambled eggs, hehe, instan. Siapin bekal Gege, madu, mainan, baju ganti, aaaaghr ribet ya?

Mungkin ia, jika tidak ada teman2 yang LUAR BIASA itu. Mereka, bahu membahu meringankan tugasku mengurus Gege di tanah Menggala. Inayah, Zima, Hikmah, Rhisma, Lily, Selvita, Imam, dan Noce. Terima kasih banyak sob atas bantuannya selama ini, maaf ye jadi merepotkan. Tapi nampaknya kelompok kita memang selalu ramai ya, soalnya ada si anak bawang di tengah-tengah kita 🙂  Terima kasih ya atas pengertiannya dan penerimaannya thdpku yg cukup merepotkan; terima kasih atas kesediaannya bergantian menggendong, mengajak bermain dan bercanda dengan GG saat aku ada keperluan pribadi; terima kasih atas kebaikan hati kalian yang tak pernah sekalipun mengeluh saat GG sedang rewel; terima kasih juga atas dispensasi kegiatan agar GG tak harus kepanasan atau kecapean. Masih banyak lagi yang belum kusebut, semoga Allaah membalas kebaikan kalian berlipat ganda, aamiin.

Syukurku karena persaudaraan ini tak usai meski momen itu telah setahun berlalu. In syaa Allaah, senantiasa berkirim kabar dan do’a yaa.

Salam hangat dari si kecil yg sudah 2 thn skrg,
Gege 🙂

Advertisements