Putri Malu dan Bola

Sore itu, seperti biasa Gege main bola di halaman depan rumah, melebar hingga ke pekarangan seberang, lebih tepatnya kebun. Di kebun itu banyak tanaman putri malu dan ilalang. Ummi ajak Gege mengamati apa yang terjadi jika si putri malu disentuh. Betapa riangnya Gege mengamati respon mengatup saat jari-jari mungilnya menyentuh daun si putri malu. Ooo… seperti itu yaa, pikir dia. Mungkin jika Gege sudah pandai bicara, akan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan kritis yang dilontarkan melihat fenomena, kejadian ini itu. Berhubung Gege belum bisa bicara, reaksi paling sering adalah, ekspresi riang bertepuk tangan saat respon yang ditunggu-tunggunya muncul 🙂

Selepas itu Gege mandi, seperti biasa, air kucuran kran yang dingin segar. Ada bak besar di bawah kran itu, hingga air terisi penuh. Gege mengambil bola kakinya, sepertinya dia hendak mencucinya di bawah pancuran. Dy letakkan bola di atas bak yang terisi penuh dan di bawah pancuran. Tiba-tiba dia berteriak kegirangan saat bola kakinya berputar saat air kran dialrikan. Horeee… bolanya bisa berputar sendiri, Mi… pikir dya, sambil menunjukkan apa yang dilihatnya. 🙂 Bagaimana Ummi menjelaskan reaksi ini ya Ge?

*Benar-benar harus banyak belajar kembali, menyusun kembali kurikulum pendidikan rumah-an agar setiap hari adalah belajar sambil bermain.