Bathing; sand vs. water

Image

Gege pling gk tahan liat pasir. Sekejap udah guling2 di atasnya, mandi pasir ya Ge?

 

Image

Yang ini mandi beneran. Gg bsa betah berlama2 bereendam dalam air seger itu. Byuuurrr!

Advertisements

Nothing is Impossible

Bagi Gege, dan mungkin bagi balita seumuran dia, tidak ada yang tidak mungkin dilakukan. Mencoba-coba, menirukan orang dewasa pun menjadi kesehariannya. Kursi, benda ini bisa disorong-sorong layaknya troli supermarket, bisa dinaikkan di atas ranjang tidur dan kemudian jadilah si kursi goyang, dll. Waktu di rumah nenek, Gege kepingin makan rambutan. Dia minta tolong nenek untuk dikupasin rambutan itu. Tapi sama nenek gak boleh. Tahukah apa yang selanjutnya diperbuat Gege? Dia berjalan ke belakang menuju peralatan tukang, mengambil gergaji kecil, dan menggergajinya, hihihi.

D’Minimalist Garden!

Di rumah nenek ada minimalist garden bikinan abi!

D’Minimalist Garden!

Rumah nenek memang nampak paling imut dibanding rumah-rumah yang ada di sekitarnya. Namun kita berusaha mensiasati agar hobi berkebun abi tetap terpelihara 🙂 Hampir tiap pulang kampung, abi sempatkan mampir di Pekalongan untuk membeli bibit buah dan kembang, lalu ditanam dengan gaya minimalist. Ada pohon mangga Thailand yang baru berumur beberapa bulan tanam yang ajaib, hei lihat! sudah kelihatan buahnya sebesar kepalan tangan orang dewasa. MasyaAllaah! Ummi gak sabar menunggunya siap makan 🙂 D’Minimalist Garden juga punya aneka kembang; pinus, mawar, si ungu (gk tahu namanya, hehe), dkk. Masih di pekarangan depan pula abi menanam pohon mangga arum manis dan nangka mini. Katanya si nangka ini sudah bisa berbuah dalam waktu setahun saja. Hm, we’ll wait 🙂 Tunggu! Itu apa yak yang nongol, kayak toples kaca kebalik? ada lampunya juga! Oh ituuu, itu anggaplah lampu taman home-made 🙂

Di pekarangan belakang bagiannya tanaman toga alias tanaman obat keluarga, sayur-sayuran, dan ada juga pohon alpukat yang masih bayi^^ At times, bakalan jadi bisnis juga nih jualan bibit tanaman, soalnya sudah banyak yang pesen, alkhamdulillaah 🙂

Ya Ghozi,

Ummi tuliskan satu tingkahmu yang membuat terharu orang-orang dsekitarmu. Kami semua mencintaimu, Ge. Sebenernya ummi bingung apa istilahnya ya Ge, namun yang pasti sikap yang ini muncul karena pembiasaan, mungkin. Ummi terbiasa membujukmu dengan mengelus-elus kepala jika Gege sedang menangis atau sedih. Itulah mungkin yang engkau rekam kuat di memori jangka panjang ya nak. Hingga saat ini, jika Gege sedang sedih, marah, nangis, spontan Gege mencari tangan Ummi, meletakkannya di atas kepala, minta dielus-elus 🙂 Ajaib, segala gundah dan tangis langsung berhenti ^^ Di lain kesempatan, subhanallah, dalam usiamu yang masih belum genap 2 tahun ini, rasa empatimu sudah terbangun nak. Suatu sore saat kita ke tempat nenek, saat itu nenek sedang tiduran di kasur bawah di ruang tengah; cuaca mendung, dingin. Tiba-tiba Gege berdiri, berjalan ke arah kamar nenek, naik ke atas ranjang dengan berjinjit-jinjit, meraih selimut, membawanya ke arah nenek, dan menyelimuti kaki nenek. Ummi sungguh terharu Geeeee^^

Tahukah engkau sayang, Ummi sungguh bersyukur pada Allaah karena diberikan anak laki-laki sepertimu. Kita akan nikmati kebersamaan kita sebaik-baiknya ya Ge. Ummi akan belajar dengan sekuat tenaga untuk menjadi Ibu, sahabat, guru, yang baik bagimu. Begitu banyak harapan Ummi agar Allaah menjadikanmu salah satu penghafal Kalam-Nya yang istiqomah, taqwa, sholih. Juga agar kelak engkau menjadi manusia yang banyak bermanfaat bagi ummat, yang kehadiranmu senantiasa dirindukan ummat. Tak lupa, jadilah pribadi yang menawan, yang kreatif, produktif, tidak bergantung pada siapapun kecuali Allaah. Ummi akan selalu mengulang-ulang do’a ini kapan pun di mana pun, sampai kapan pun, nak. Berharap Allaah berkenan dan memampukan ummi menjagamu, hingga ahir hayat.

Aamiin.