Bye-Bye Skin Crash

9 Zhulhijah 1434 H

Aku ingat benar, setahun lalu pas malam takbir idul adha, kita sedang berada di klinik DSA Firmansyah untuk memeriksakan kondisi Gege. Waktu itu bersama Ibu mertua  dan tante  Pagi hari sebelumnya kami pergi ke sana, namun nomor urut antrinya masih panjang, kemungkinan dapat jatah setelah ashar. E, tidak tahunya sampai malam baru dapat jatahnya. Padahal kurang dua nomor urut, tapi keburu ishoma waktu maghrib. Dan parahnya, klinik di pindah ke apotek setempat, dan baru buka kembali pukul 9 malam! Jadilah kami menunggu berjam-jam tu DSA. Kasihan melihat pasien anak-anak yang juga harus menunggu begitu lama. Ada bayi umur 2 hari yang mengalami infeksi tali pusar, Ibunya terlihat sangat cemas. Ada juga yang sakit batuk, entahlah namanya batuk apa, yang jelas setiap kali dia batuk, terdengar suara lengkingan yang nyaring, kasihan sekali melihatnya. Ada yang terlihat baik-baik saja, ternyata mengalami  kekurangan berat badan.

Gege sendiri, terlihat sehat wal afiat. Hanya saja kulitnya totol-totol putih di beberapa bagian seperti leher, pipi bagian atas, kepala, lengan, dan daerah lekukan. Gejalanya sebenarnya sudah terlihat sejak umur 2 bulan-an, pertama merah seperti biang keringat, lama-lama kulitnya kasap dan seperti mengelupas. Awalnya saya santai saja, mungkin mau ganti kulit. Namun lama kelamaan kasapnya berubah jadi alus totol-totol jadinya kayak panu gitu.

Image

umur 4 bln

 

tuh, mirip panu ya?

Image

Kasihaan banget ya Gege, liat, kepalanya sampe ngelontok kayak gitu

Pas silaturahim ke rumah rekan suami, istrinya menyarankan untuk mencoba bedak dingin, tepatnya jamu dalam bentuk bedak padat, siapa tahu cocok. Karena bias saja itu panas yang terperangkap katanya. Dan jadilah Gege seperti ini:

Image

Make bedak dingin, malah mirip Sun Go Kong, hehe.

Sayang tidak ada kemajuan dari bedak dingin itu, lalu saya hentikan pemakaiannya, lagian saya males ribetnya. Ahirnya saya browsing, cukup sulit mencari keterangan yang pas seperti yang saya inginkan. Saya coba ketikkan, iritasi pada kulit bayi; biang keringat dan cara mengatasinya, merah-merah pada kulit bayi, dll. Saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan, karena semua search result merujuknya pada iritasi yang pada umumnya berwarna merah luka. Hehe emang ada ya warna merah luka. Sampai ahirnya saya mengetikkan keyword bentol-bentol putih pada kulit , dan nampaklah images yang menyerupai kulit yang memutih karena suatu penyakit.  Merinding saya jadinya. Soalnya tuh gambar emang serem, macam monster saja. Coba saja kalian ketik keyword vitiligo, ya, itulah nama penyakitnya. Lalu saya cocokkan keterangan tentang vitiligo dengan kondisi Gege. Dan saya sampailah pada suatu kesimpulan premature tentang apa yang saya khawatirkan, bahwa gege memang terkena vitiligo. Saya terus gak bisa tidur memikirkannya, saya terus browsing tentang apa itu vitiligo lebih lanjut, cara penanganannya, dll. Saya saja baru pertama kali itu menemukan penyakit yang bernama vitiligo. Eits, ini beda ya dari vertigo yang mungkin sudah umum diketahui. Vitiligo itu adalah kondisi di mana kulit berhenti memproduksi pigmen (melanin) sehingga akan muncul dalam bentuk totol-totol putih. Vitiligo terjadi pada 1 dari 100.000 orang di dunia ini. Kondisi ini sama sekali tidak berbahaya, hanya saja biasanya si penderita merasa tidak percaya diri dengan kulit mereka yang menjadi loreng. Biasanya terjadi pada daerah pipi atas, leher, tangan, daerah lekukakan, rem juga terjadi pada rambut (berubah jadi ubanan); bentuknya rem simetris (bagian kanan-kiri tubuh terkena dengan bentuk dan area yang sama besar), bisa juga tidak beraturan; tapi kondisi pertama lebih sering ditemui. Saya lihat dan amati lekat-lekat kondisi Gg, dan apa?! Totol-totol putih menyerupai panu itu terjadi simetris sekali, kalian rem lihat area pipi atas dua-duanya ada, pada leher, dada, daerah lekukan. Saya sok yakin gitu bahwa gege terkena vitiligo. Selanjutnya saya juga menemukan sumber bahwa vitiligo ini juga diderita oleh Michael Jackson, hingga mengapa ia memutuskan untuk mengoperasi sekujur tubuhnya. That was really scared me! Pada orang yang berkulit gelap seperti di Afrika, penderita akan merasa rendah diri karena kulit mereka akan sangat kontras, gelap dan putih. Saya sedih sekali, memandangi gege dengan air mata (lebay). Lalu saya mencari tahu cara pengobatannya. Saya mulai dengan tidakan medis. Mereka bilang butuh waktu lama untuk memulihkan kembali kondisi kulit penderita vitiligo, dengan sinar atau gel tertentu. Saya cari pengobatan herbal, kebanyakan menyarankan jemur di matahari pagi untuk mendapatkan sinar UV, dengan lada hitam dicampur dengan minyak zaitun dan dioleskan pada daerah tersebut. Butuh kesabaran ekstra untuk menunggu hasilnya, tidak hanya dalam hitugan minggu atau bulan, bahkan hasilnya bisa terlihat setelah sekian tahun dalam pengobatan. What?! Lama buangeets. Tapi katanya bisa juga dengan mamakai masker buah remat. Saya sudah cobain tu masker, tapi emang gak sabaran nunggu hasilnya, saya coba alternatif yang pake minyak zaitun. Jauh-jauh saya cari minyak zaitun, demi kembalinya kulit mulus si kecil ^^

Image

Ni foto saat saya berburu minyak zaitun di pasar tengah^^

Lalu saya mencoba mengoleskan minyak zaitun ke daerah terjangkitnya si vitiligo – setiap saat setiap hari. Saya sangat berharap minyak zaitun mujarab dan cepat terlihat hasilnya. Saya belum memakai lada putih karena takut tidak cocok dengan kulit bayi yang sensitif, alih-alih sembuh malah bawa penyakit baru. Sudah satu minggu tapi tidak menunjukkan perkembangan  yang lebih baik. Ahirnya malam itu, dengan harapan bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik, saya pergi ke DSA. Di sana saya sempat takut juga kalau-kalau analisa premature saya itu benar. Saya ingat sempat nyeletuk begini”mungkin gak dok anak saya kena vi-ti-li-go?” Hus, kata dokter itu, kamu ini ada-ada saja. Orang jelas-jelas ini alergi gini. Gak usah dipakein sabun dulu coba, terus pakein salep ini. Begitu kata dokter Firmansyah. Alkhamdulillah saya senang mendengarnya, setidaknya bukan vitiligo, ah Mei, kamu itu sok tahu saja, inget untuk selalu mengkonsuultasikan pada yang ahlinya, bukan bergantung pada mbah gugel, ok!

Alkhamdulillah, setelah beberapa minggu berjalan, tidak ada konsumsi sabun sama sekali, dan pemakaian salep secara teratur, kulit Gege berangsur-angsur pulih, kembali mulus dan normal.

Image

Alkhamdulillah ya Allah, atas nikmat sehat itu.

“Then which of the blessings of your Lord will you both (men and jinn) deny?” (Qur’an, surah Ar Rahman: 55)

Advertisements

9 thoughts on “Bye-Bye Skin Crash

    • Maaf Bunda, saya sudah lupa nama salepnya. Saran saya coba Bunda ke periksakan si kecil ke DSA, insyaAllaah akan tau jawaban alergi si kecil. ungkin juga anak bunda alergi sabun kayak anak saya dulu? Makanya saya gak pakein sabun apapun ke anak sampe umur setahun, hehe. Semoga lekas sembuh ya Bunda…

      • Anak sy jg… itu sejenis alergi sabun gt y… yah sayang bgt bunda ga bs bagi nama salepnya.. cz d tempat sy agak susah nemuin dokter anak bun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s