Alergi Sabun

Qodarullah Gege kena masalah di hampir sekujur kulit. Banyak bercak putih yang melebar di beberapa bagian seperti leher, pipi bagian atas, kepala, lengan, dan daerah lekukan. Gejalanya sebenarnya sudah terlihat sejak umur 2 bulan-an, pertama merah seperti biang keringat, lama-lama kulitnya kasap dan seperti mengelupas. Awalnya saya santai saja, mungkin mau ganti kulit. Namun lama kelamaan kasapnya berubah jadi alus totol-totol jadinya kayak panu gitu.

umur 4 blnKasihaan banget ya Gege, liat, kepalanya sampe ngelontok kayak gitu. Pas silaturahim ke rumah rekan suami, istrinya menyarankan untuk mencoba bedak dingin, siapa tahu cocok. Karena mungkin saja itu panas yang terperangkap katanya. Dan jadilah Gege seperti ini 😃 Sayang tidak ada kemajuan, lalu saya hentikan pemakaiannya, lagian saya males ribetnya. Ahirnya saya browsing, cukup sulit mencari keterangan yang pas seperti yang saya inginkan. Saya coba ketikkan, iritasi pada kulit bayi; biang keringat dan cara mengatasinya, merah-merah pada kulit bayi, dll. Saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan, karena semua merujuknya pada iritasi yang pada umumnya berwarna merah seperti ruam popok. Sampai ahirnya saya mengetikkan keyword bentol-bentol putih pada kulit, dan nampaklah gambar para penderita penyakit kulit. Coba saja googling vitiligo, ya, itulah nama penyakitnya. Lalu saya cocokkan keterangan tentang vitiligo dengan kondisi Gege. Dan saya sampailah pada suatu kesimpulan premature tentang apa yang saya khawatirkan, bahwa gege memang terkena vitiligo. Saya terus gak bisa tidur memikirkannya, saya terus browsing tentang apa itu vitiligo lebih lanjut, cara penanganannya, dll. Saya saja baru pertama kali itu menemukan penyakit yang bernama vitiligo, kondisi di mana kulit berhenti memproduksi pigmen (melanin) sehingga akan muncul dalam bentuk totol-totol putih. Vitiligo terjadi pada 1 dari 100.000 orang di dunia ini. Kondisi ini sama sekali tidak berbahaya, hanya saja biasanya si penderita merasa tidak percaya diri dengan kulit mereka yang menjadi loreng. Biasanya terjadi pada daerah pipi atas, leher, tangan, daerah lekukan, juga terjadi pada rambut (berubah jadi ubanan); bentuknya simetris (bagian kanan-kiri tubuh terkena dengan bentuk dan area yang sama besar), bisa juga tidak beraturan; tapi kondisi pertama lebih sering ditemui. Saya lihat dan amati lekat-lekat kondisi Gg, dan apa?! Totol-totol putih menyerupai panu itu terjadi simetris sekali. Saya sok yakin gitu bahwa gege terkena vitiligo. Selanjutnya saya juga menemukan sumber bahwa vitiligo ini juga diderita oleh Michael Jackson, hingga mengapa ia memutuskan untuk mengoperasi sekujur tubuhnya. That was really scared me! Pada orang yang berkulit gelap seperti di Afrika, penderita akan merasa rendah diri karena kulit mereka akan sangat kontras, gelap dan putih. Lalu saya mencari tahu cara pengobatannya. Saya mulai dengan tidakan medis. Mereka bilang butuh waktu lama untuk memulihkan kembali kondisi kulit penderita vitiligo, dengan sinar atau gel tertentu. Saya cari pengobatan herbal, kebanyakan menyarankan jemur di matahari pagi untuk mendapatkan sinar UV, dengan lada hitam dicampur dengan minyak zaitun dan dioleskan pada daerah tersebut. Butuh kesabaran ekstra untuk menunggu hasilnya, tidak hanya dalam hitugan minggu atau bulan, bahkan hasilnya bisa terlihat setelah sekian tahun dalam pengobatan. Tapi katanya bisa juga dengan mamakai masker pepaya. Saya sudah cobain tu masker, tapi emang gak sabaran nunggu hasilnya, saya coba alternatif yang pake minyak zaitun. Saya sangat berharap minyak zaitun mujarab dan cepat terlihat hasilnya. Saya belum memakai lada putih karena takut tidak cocok dengan kulit bayi yang sensitif, alih-alih sembuh malah bawa penyakit baru. Sudah satu minggu tapi tidak menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Ahirnya malam itu, dengan harapan bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik, saya pergi ke DSA. Di sana saya sempat takut juga kalau-kalau analisa premature saya itu benar. Saya ingat sempat nyeletuk begini”mungkin gak dok anak saya kena vi-ti-li-go?” “Hus, kata dokter itu, Ibu ini ada-ada saja. Orang jelas-jelas ini alergi gini. Gak usah dipakein sabun dulu ya, terus pakein salep ini.” Begitu kata dokter Firmansyah. Alhamdulillah fyuuuuh legaaa 😊saya senang mendengarnya, setidaknya bukan vitiligo, ah Mei, kamu itu sok tahu saja, inget untuk selalu mengkonsultasikan pada yang ahlinya, bukan bergantung pada mbah gugel, semata 😃. Alhamdulillah, setelah beberapa minggu berjalan, tidak ada konsumsi sabun sama sekali, dan pemakaian salep secara teratur, kulit Gege berangsur-angsur pulih, kembali mulus dan normal. Alhamdulillah ya Allah, atas nikmat sehat itu. “Then which of the blessings of your Lord will you both (men and jinn) deny?” (Qur’an, surah Ar Rahman: 55)

Advertisements

Group Mates

Sudah lama ingin update tentang ini, tentang belajar sabar dalam sikon yang sulit. Tapi sekarang, the hardship was gone, tough time flew up. Alkhamdulillah, mungkin tanpa bantuan teman2 KKN saya akan sangat kerempongan mengikuti tiap kegiatan mengabdi dan mengajar di Pagar Dewa. Allah is Great, far before the group was announced, I asked Allah to send me great companions for me, and alkhamdulillah Allah always listens 🙂 Bersyukuuuur, dapat temen2 kelompok yang luar biasa. Ada Bule’ Iin (inayah) , Uni Rhisma, Mba Katara (Hikmah), Cici’ Zima (Zima Rose/Katari), ada kanjeng mami (Liliput), Wo Vita (selvita Priccela), terus ada ami’ Imam dan oom Noce. Aaaaah, mereka memang teman-teman yang awesome!!! Saya sering ngerepotin mereka semua, khususnya dalam hal ngejagain Gege. Jujur sangat tidak mudah menjalani berbagai peran sekaligus. Ya mengajar, mengabdi ke masyarakat, ngurus anak, buat laporan mingguan, etc. Yang jelas karena kehadiran mereka, tugas-tugas itu terasa ringan, alkhamdulillah. Saya akan terus belajar menjadi seorang multitasker.

Terima kasih banyak-banyak yah sobs!