Gege’s illness record

Subhanallah, tanpa sadar waktu begitu cepat berputar. Rasanya baru kemarin melahirkan gege, sekarang sudah 6.5 bulan saja usianya (alkhamdulillah).

Ya Allah, syukur kami padaMu yang telah melimpahkan kepada kami anak yang senantiasa sehat, kehadirannya selalu dinanti orang-orang yang mencintainya, dan tingkah lakunya selalu mengobati penat kami…

Dalam record kesehatan GG, hanya beberapa kali saja ia sakit, dan alkhamdulillah itu pun tidak
mengkhawatirkan. Berikut kisahnya dalam bullets:

  • Tanggal 11 September 2012, saat usianya hampir dua bulan, untuk pertama kalinya kami memeriksakan GG ke DSA (Dokter Spesialis Anak). Saat itu pusar GG nampak lebih menonjol dari sebelum-sebelumnya alias bodong (Jawa) gitu. Saya sangat panik saat searching di internet tentang gejala sakit yang GG alami. Penyakit itu namanya Hernia Umbilical (pusar) dan bisa sampai ke tindakan operasi jika tidak segera ditangani. Waktu itu saya menangis, sementara GG melihat saya dengan bingung. Sewaktu diperiksa DSAnya bilang, gak ada yang perlu dikhawatirkan, itu biasa ada pada bayi yang lapisan dinding perutnya masih sangat tipis, sehingga ketika bayi menangis kencang, isi yang ada pada perutnya akan dikeluarkan dengan membentuk tonjolan keluar (bodong). Gak ada obatnya! Kata2 terahir DSA ini yg membuat fikiran saya kacau. Tapi kemudian saya diminta untuk menempelkan koin yang telah dibungkus kain kassa; menempelnya pake solatip kertas yang gak sakit jika ditarik dari kulitnya. Tunggu sampai sebulan Bu, pasien saya rata2 sembuh dengan pake koin. Alkhamdulillah, gak nyampe satu bulan tuh pusar udah masuk dan kembali normal. Saya jadi ingat, kalau para orang tua kita dulu suka nempelin koin pada pusar bayi, ya tujuannya ya itu, agar pusar tidak menonjol keluar saat bayi menangis kencang.
  • 26 Oktober 2012, untuk kedua kalinya Gege berkonsul ke DSA (kali ini yang di Metro). Inget betul waktu itu malam takbir idul adha, bersama Ibu mertua dan tante, kami pergi naik angkot ke Metro. Kami berangkat dari Sukadana ba’da ashar karena diperkirakan dapat jatah jam 5an. Ternyata sampai sana, kurang dua nomer lagi praktek diistirahatkan menjelang maghrib. Kami pun dipindahkan ke apotek Melati yang letaknya hanya bersebelahan dengan praktek DSA tsb. Pasien semakin bertambah, kami menunggu tanpa tahu bahwa praktek baru akan dilanjutkan pukul 9 malam. Aih, kenapa semalam itu? saya kasihan sekali melihat banyak pasien anak yang sudah sakit tapi tetap harus menunggu begitu lama. (sigh). Pada ahirnya tiba giliran kami masuk ruang dokter. Diperiksanya sekujur badan Gege. Saya sempat was-was kalau dugaan saya benar (sok mendiagnosis sendiri). Wah, alergi sabun ini Bu… Alkhamdulillah, setidaknya saya lega, bukan penyakit langka yang saya resahkan dalam hati. Saya fikir sebelumnya bahwa GG terkena kelainan pigmen kulit, vitiligo nama kelainannya, penyakit yang diderita oleh sangat sedikit orang, penyakit yang juga diderita Alm. Michael Jackson, berupa berhentinya produksi melanin yang meyebabkan kulit berbibtik-bintik putih. Alkhamdulillah, setelah diberi salep dan puyer oleh DSA yang ramah itu, gak nyampe sebulan skin rash gg sembuh.
  • 1 Januari 2013, Gege mulai batuk, ketularan neneknya. Alkhamdulillah batuknya segera mereda hanya dengan ramuan tradisional- yaitu irisan bawang merah dicampur minyak telon (zaitun bisa juga) dan diusapkan ke badannya, khususnya daerah perut. Pernah diberi obat batuk bayi dari bidan, tapi batuknya tetap aja kekel (kasihan melihatnya), makanya saya memutuskan untuk tidak gegabah memberikan obat2an kimia lagi!
  • 15 Januari 2013, pertama kali Gege demam. Selama sehari semalam demam, pas malem rewel, dikompres air anget, dibalurin irisan bawang merah + telon, terus ahirnya ditempel gel penurun panas yang ada di apotek2, alkhamdulillah reda. Sempat panik karena takut kalo2 kena gejala DBD karena waktu ntu lagi endemik, tapi syukur alkhamdulillah hanya common fever, yang ternyata mengiringi perkembangan motoriknya, yaitu duduk, merangkak, dan numbuh gigi, hihi.
  • 6 Februari kemarin, Gege belekan. 🙂 Setelah searching, ternyata bisa dengan dilakukan message ringan di daerah hidung hingga pangkalnya dan dari ujung kelopak mata dekat hidung menuju ke luar. Dipijit ringan pake baby oil, dan sering2 dibersihin beleknya pake air anget, alkhamdulillah, cuma 3 hari hilang belekannya. Cling*

Sejak bayi, alkhamdulillah Gege sudah dikenalkan dengan madu (pertama kalinya waktu ASI belum keluar). Kami kekeh gak mau pake susu formula (you know why) dan sampai sekarang masih mengkonsumsi madu balita. Alkhamdulillah, badannya selalu seger, jarang sakit.

Semoga kami tetap istiqomah memberikan pengobatan yang nyaris tanpa efek samping kepada GG, tanpa bahan kimia. Semoga ALLAH melimpahkan kesehatan padanya melalui obat yang termaktub dalam kitabNya. Aamiin 🙂

Advertisements

si Kungfu Panda Pooo

Untuk kesekian kalinya Gege membuat geger seisi rumah. Tingkahnya itu, yang selalu menggemaskan. Goyangan pantatnya saat merangkak, caranya duduk cepat tepat, hingga sambaran kilatnya dalam meraih benda-benda di sekitarnya, semua itu membuat siapapun ingin menguyel-uyel nya ampe puas. Hingga terbersitlah kami pada sosok animasi yang lincah meski berbadan besar. Yap, siapa lagi kalau bukan Pooo si Kungfu Panda. Mirip deh dengan kelakuan si Don Kepo sehari-hari.

Geeeeeee, everyone here loves you sooo much, esp. me 🙂