Jangan Takut Berbagi, Karena Berbagi Itu Mudah!

Doc. Dompet Dhuafa

Jika ada satu aktivitas yang membuat otak kita merilis hormon oksitosin (hormon penghilang stres), maka aktivitas itu adalah BERBAGI, khususnya berbagi hal-hal yang positif, seperti yang dikemukakan oleh Paul Zak, Direktur Pendiri Pusat Studi Neuroekonomi di Claremont Graduate University. Dalam sebuah penelitian, Zak menemukan bahwa bahkan kegiatan seperti berbagi gagasan dan menanggapi komentar di twitter selama sepuluh menit saja dapat meningkatkan kadar oksitosin. Kita ketahui bersama bahwa hormon oksitosin ini sangat diperlukan untuk mengalirkan energi positif dan bahagia dalam diri, sama seperti seorang anak yang sedang dipeluk ibunya. Jadi jika ada orang yang mengatakan mereka menjadi lebih bahagia setelah berbagi itu benar adanya, sebab penelitian ilmiah telah membuktikannya.

Dompet Dhuafa
Doc. Dompet Dhuafa

Berbagi pun bisa dilakukan dengan banyak cara, tak harus dengan harta, tak harus kita menunggu kaya dan berpunya, sebab kebaikan sekecil biji sawi pun ada maknanya. Contoh konkretnya? Banyak sekali! Kita menyingkirkan batu atau duri di tengah jalan, itu kebaikan. Kita menyeberangkan anak-anak yang hendak menyeberang, itu kebaikan. Kita memberikan antrian kita pada orang yang sedang terburu-buru pun, terhitung kebaikan. Dan masih banyak lagi, sebab berbagi kebaikan itu sebenarnya sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari sebagai makhluk sosial.

Penanaman karakter ini pun bahkan telah dimulai sejak kita belum mampu membedakan tangan kanan dan kiri. Saat masih kanak-kanak kita diajarkan oleh orang tua untuk mau berbagi perhatian dengan saudara, berbagi makanan, mainan, mengantri giliran, menolong menjaga adik, mengerjakan pekerjaan rumah, memberi makan hewan peliharaan, mengantarkan sayur untuk tetangga, menjenguk teman yang sakit, dan lain sebagainya. Daftar kebaikan pun menjadi semakin bertambah seiring usia kita bertambah, dan akan terus bertambah kompleks sampai suatu masanya kelak kita kembali pada Sang Maha Pencipta, dan kelak kita akan memetik hasil dari setiap kebaikan yang kita lakukan semasa hidup, sebagai perisai kita dari siksa neraka. Bukankah sedekah sebiji kurma pun jika Allaah menghendaki dapat menyelamatkan akhirat kita?

“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Bukhari Muslim)

“Setiap perbuatan baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari No. 5562)

Ya, konsep berbagi seperti itulah yang tertanam kokoh dalam jiwa saya. Dalam Islam, konsep berbagi ini dinamakan juga BERSEDEKAH, berbagi baik harta, tenaga, pikiran, waktu, atau pun hanya berbagi senyuman, semuanya tercatat sebagai amal kebaikan. Dan kita tidak tahu kebaikan mana yang akan mengantarkan kita ke surga, karena hanya Allaah lah yang Maha Mengetahui keadaan hambaNya. Saya sedang belajar dan akan terus menerus belajar tentang makna berbagi ini semata-mata karena mengharap ridho-Nya dan karena percaya akan balasan terbaik dari sisi-Nya, dan bukankah sebagian dari harta kita itu ada hak orang lain yang harus kita keluarkan (QS. Adz-Dzariyat : 19)? Dan bukankah Allaah telah berjanji akan melipat – gandakan pahala orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik? (Qs. Al Hadid: 18) perumpamaannya bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, dan Allah maha luas karunia-Nya lagi maha mengetahui. (QS Al Baqarah : 261).

Maka marilah sahabat, janganlah ragu untuk mulai berbagi, berbagi itu menguntungkan dan membahagiakam dunia akhirat kita. Marilah kita senantiasa menjaga niat terbaik kita, berbagi karena-Nya, untuk-Nya, untuk ahir bahagia kita.

Sekelumit Pengalaman Berbagi

Setiap kali saya mendengar atau menyimak cerita orang-orang yang merasakan efek ajaib dari berbagi/bersedekah, setiap kali itu pula takjub saya bertambah-tambah. Dan semakin bertambah saat yang bersedekah adalah mereka yang kondisi ekonominya sedang terpuruk, dan setelah bersedekah bukannya tambah terpuruk, tapi justru makin terangkat, sebab Allaah ganti hartanya ratusan kali lipat. La hawla wa laa quwwata illa billahi! Sejatinya orang-orang yang dermawan itu sedang membuktikan janji Allaah yang akan memberikan kelapangan setelah kesempitan ( QS. At Thalaq : 7).

Saya sendiri termasuk yang merasakan efek ajaib dari sedekah; meski tampak sepele, tapi sangat bermakna bagi saya. Dengan menyumbangkan sedikit yang saya punya, Allaah membalasnya dengan berbagai kemudahan dalam urusan saya.
Teringat dulu saat masih SMA kelas X, saya kebingungan ketika harus membayar kekurangan uang spp sebesar 300 ribu (tahun 2006). Kondisi ekonomi keluarga sedang sulit, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Untuk keperluan membayar sekolah, saya mengandalkan kiriman uang saku dari kakak, juga beasiswa, dan kadangkala saya dimintai tolong oleh bapak/ibu guru untuk menerjemahkan dokumen dari bahasa Inggris ke Indonesia atau sebaliknya, lalu saya diupah. Hari itu uang di saku seragam putih abu-abu saya tinggal 2 ribu rupiah. Seribu untuk naik angkot, seribu untuk makan. Tiba-tiba dua orang anggota OSIS masuk kelas dengan membawa kotak infaq, memberitahukan bahwa ada ayahanda salah satu siswa meninggal dunia hari itu, dan kami diminta menyumbang seikhlasnya. Lalu tanpa ragu saya sumbangkan uang yang seribu, meski kemudian saya harus menahan lapar sejak pagi hari. InsyaAllaah meski hanya sedikit, saya ikhlaskan karena Allah, sambil terus berdo’a agar Allaah mudahkan urusan saya. Tepat keesokan harinya, ada seorang teman yang menyodorkan amplop putih kepada saya; dia bilang sedekah dari Ayahnya. Saat dibuka, isinya uang dengan nominal 300 ribu! Allahu Akbar! Bagaimana dia tahu kalau saya sedang membutuhkan uang sebesar itu, sedangkan saya tidak pernah menceritakannya pada siapa pun? Saya segera teringat, bahwa Allah Maha Mengetahui setiap hal yang tersembunyi sekalipun. Tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya. Bukankah makhluk sekecil semut saja dijamin rizki nya oleh Allah? Maka saya peluk kawan saya tersebut, mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya dan mendoakan kebaikan untuk keluarganya.

Beberapa saat kemudian di kelompok tarbiyah yang saya ikuti, diadakanlah acara tukar kado, dan akan ada bingkisan dari mentor kami untuk hadiah dengan tampilan terbaik. Alhamdulillah kado milik saya terpilih dan mendapatkan bingkisan sebagai hadiah dari mentor. Saat saya buka isinya, ternyata khimar warna cokelat yang sudah lama saya inginkan untuk ganti khimar cokelat saya yang sudah lusuh, Allaahu Akbar!

Kejadian tersebut senantiasa saya ingat dan bagikan semata-mata untuk memotivasi saya pribadi (dan mudah-mudahan orang lain pun ikut termotivasi) agar selalu yakin dengan janji Allaah yang akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.

Berbagi juga bisa diwujudkan dengan menjadi relawan

Tahun 2010-2011 saya ditakdirkan Allaah menerima beasiswa pertukaran mahasiswa ke Amerika Serikat. Yang menarik, meski berbasis akademik, salah satu yang menjadi pertimbangan kelulusan tahap seleksi adalah pengalaman pengabdian masyarakat atau community services. Saat menjalani kuliah di sana pun, secara rutin kami diwajibkan untuk membuat laporan kegiatan sebagai relawan untuk komunitas setempat. Mereka ingin para mahasiswa terpilih itu bukan hanya unggul di bidang akademik dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai negara, namun juga memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan kelak diharapkan mampu memberdayakan masyarakat.

Students volunteer

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi

Saya dan teman-teman bergabung dengan komunitas relawan di kampus tempat saya belajar (Missouri State University). Berbagai kegiatan sosial pun saya ikuti, seperti membagikan makanan hewan dari rumah ke rumah dan sosialisasi vaksin hewan untuk komunitas masyarakat kurang mampu, membantu menyortir makanan pada lembaga penyalur makanan ‘Food Bank’ bagi anak-anak kurang beruntung, membantu terselenggaranya event tahunan untuk mensupport penderita kanker, menjaga stand-stand pada festival anak dan bazar buku gratis, memfasilitasi pengunjung anak-anak di Discovery Center, dan lain sebagainya.

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi

Yang tak kalah menarik adalah adanya pengintegrasian antara kegiatan kerelawanan dengan mata kuliah sehingga mahasiswa akan mendapatkan nilai tambahan jika berpartisipasi dalam aksi amaliah apa pun. Sebagai contoh pada mata kuliah GEP 101, semua mahasiswa terlibat dalam terselenggaranya konser amal untuk membantu anak-anak jalanan, mulai dari mengumpulkan donasi, memberikan dukungan moril dan materiil pada beberapa rumah singgah anak-anak jalanan, menyiapkan tempat untuk konser amal, dll. Begitu pula pada mata kuliah Creative Writing, saya yang juga tergabung dalam organisasi English Society ikut berpartisipasi dalam event tahunan ‘Renaissance Week’. Saya sangat bersyukur karena pembina mengizinkan kolaborasi dengan Muslim Students Association (MSA) untuk membuka stand tentang ISLAM, sehingga kami dapat mengenalkan Islam kepada para pengunjung stand.

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi

Itulah sekelumit pengalaman menjadi relawan di negeri orang, pengalaman yang telah mengajarkan saya untuk selalu bersyukur terhadap nikmat dari-Nya. Menjadi relawan juga memperkaya pengetahuan dan menularkan semangat kebaikan.

Saat ini kegiatan kerelawanan sudah sangat menjamur di kalangan teman-teman mahasiswa di tanah air. Ingin rasanya saya bergabung menjadi salah satu dari mereka. Namun karena keterbatasan ruang gerak sejak menikah, saat ini yang bisa saya lakukan adalah membersamai anak-anak dalam belajar, sebisa mungkin saya tanamkan pada mereka, kecintaan untuk menolong orang lain yang membutuhkan dan memerlukan bantuan, dimulai dari hal-hal kecil yang terjadi sehari-hari. Saya ajak anak-anak berdiskusi dan melatih kepekaan mereka jika ada hal-hal baru untuk dibahas. Misalnya saat anak-anak melihat seorang ’embah’ berjalan kaki berkilo-kilo meter menggendong bakul jualannya menuju pasar, apa yang bisa kita bantu, ya nak? Atau mengajak mereka mengumpulkan pakaian mereka yang masih layak pakai untuk disumbangkan pada korban bencana alam, dll.

Sebenarnya jika ada amalan yang paling saya cintai adalah berbagi mushaf Al-Qur’an kepada anak-anak penghafal qur’an. Mungkin tidak seberapa, tapi coba lihat senyum anak-anak ahli quran, yang tiap kali mereka menggunakan mushaf dari kita, insyaAllah pahala akan terus mengalir untuk kita.

Doc. Rumah Santri Al Hafidz

Sesekali saya masih ikut membantu suami dalam menyelenggarakan kegiatan sosial, seperti beberapa tahun lalu kami mengadakan pemeriksaan mata gratis dan pembagian kaca mata gratis untuk para guru. Siapa yang tidak terenyuh hatinya jika guru-guru kita yang menjadi ujung tombak pendidikan, tidak mampu membeli sebuah kacamata? Kami juga pernah bekerja sama dengan komunitas lain menggagas sekolah alam, menjadi relawan pengajar dan menularkan harapan dan semangat belajar bagi anak-anak desa binaan. Selebihnya saya hanya mampu memanfaatkan media sosial untuk berbagi tulisan dan gagasan, ide belajar, juga catatan Jurnal Quran saya. Harapannya, meski raga tak mampu beraktualisasi seperti teman-teman yang lain, tapi dengan kekuatan pena dan media sosial, semoga Allaah catat usaha kecil ini sebagai amal kebaikan, aamiin.

Doc. Pribadi

Bijak Memilih Lembaga Penyalur Donasi

Kemudahan berbagi lewat media sosial tentu saja menjadi angin segar untuk setiap niat baik. Teknologi informasi ini sungguh memudahkan gerakan kebaikan menyebar cepat, secepat membalikkan telapak tangan. Namun kepedulian kita atas konflik kemanusiaan atau bencana yang menimpa sebagian saudara-saudara kita justru diuji lewat kemudahan layanan transaksi yang ada. Begitu banyak lembaga donasi menawarkan diri, namun beberapa di antaranya justru membuat kita ragu untuk membagi sedikit harta yang kita miliki, kita takut mereka tidak profesional dan amanah, atau malah sengaja ingin menipu jama’ah. Untuk itulah kita harus teliti dalam memilih lembaga yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi, sehingga donasi kita akan tepat manfaat dan sasaran.

Doc. Dompet Dhuafa

Semenjak berdirinya Dompet Dhuafa sebagai lembaga Filantropi Islam pada tahun 1994, kita tak perlu ragu lagi menyalurkan donasi, sebab Lembaga yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa ini telah diresmikan sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional oleh Menteri Agama Republik Indonesia dan telah memperoleh pengakuan dari dunia internasional, antara lain: pada tahun 2016 Dompet Dhuafa mendapatkan status konsultatif khusus dari salah satu badan PBB, Ecosoc (Economic and Social Council), Dompet Dhuafa juga menerima penghargaan dari Ramon Magsaysay Award Foundation (RMAF) atas kinerja lembaga yang dilakukan selama 23 tahun dalam mentransformasikan dan memperluas manfaat zakat untuk melayani dan membantu masyarakat dhuafa.

Dalam mentransformasikan visi dan misinya mengentaskan kemiskinan dan membangun bangsa, Dompet Dhuafa memiliki empat program utama dalam bidang : kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial.

KESEHATAN
Dompet Dhuafa yang pendanaannya berasal dari dana ZISWAF (zakat, infaq, sedekah, wakaf) dan dana halal lain ini telah mendirikan berbagai lembaga kesehatan yang bertujuan melayani seluruh mustahik dengan sistem yang mudah dan terintegrasi dengan sangat baik. Melalui program Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC), beragam kegiatan telah dilakukan, baik bersifat preventif, promotif dan kuratif.

RST Dompet Dhuafa

Pada tahun 2009, Dompet Dhuafa membangun rumah sakit gratis bagi pasien dari kalangan masyarakat miskin yang berlokasi di Desa Jampang, Kemang, Kabupaten Bogor dengan berbagai fasilitas penunjang kesehatan seperti: poliklinik, dokter spesialis, ruang operasi, rawat inap, UGD, ruang hemodialisa, apotek, hingga metode pengobatan komplementer.

Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa (RST DD) juga akan dibangun di Bandar Sribhawono, Lampung Timur. Rumah Sakit AKA Sribhawono ini merupakan rumah sakit wakaf yang berorientasi pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat kurang mampu untuk masyarakat di Lampung Timur dan sekitarnya. Sebagai warga Lampung Timur, saya menyambut kehadiran Rumah Sakit ini dengan suka cita. Sahabat pun tentu saja dapat turut meringankan beban finansial dengan berdonasi di kanal donasi Dompet Dhuafa. Semoga Allah membalas tiap kebaikan sahabat dengan kebaikan yang berlipat ganda, aamiin.

PENDIDIKAN
Dalam bidang pendidikan, Dompet Dhuafa telah mendirikan beberapa jejaring dengan beragam program pendidikan gratis serta beasiswa untuk siswa unggul tidak mampu. Beberapa program dan jejaring di bidang pendidikan ini, antara lain: Smart Ekselensia Indonesia (sekolah menengah akselerasi, berasrama, dan bebas biaya untuk anak-anak marjinal yang tidak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas karena faktor ekonomi), Sekolah Guru Indonesia, Beastudi Indonesia, Makmal Pendidikan (program optimalisasi sekolah dan pusat sumber belajar), dan Kampus Umar Usman (sekolah bisnis).

Sumber IG @dompet_dhuafa

Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Rumah Zakat, Human Initiative, dan Nurul Hayat membangun konsorsium Sekolah Indonesia – Palestina.

EKONOMI
Dompet Dhuafa mendirikan divisi ekonomi dengan jejaring yang tersebar di hampir seluruh pelosok Indonesia, antara lain: Pertanian Sehat Indonesia, Kampoeng Ternak Nusantara, Tebar Hewan Kurban, Karya Masyarakat Mandiri, Tabung Wakaf Indonesia, IMZ (jejaring untuk pelatihan, konsultasi, riset advokasi dan publikasi, serta advokasi di bidang pemberdayaan masyarakat dan sosial kemanusiaan), Dompet Dhuafa Travel, dan Institut Kemandirian. Tujuan dibentuknya jejaring – jejaring tersebut adalah untuk mendampingi masyarakat melalui berbagai program yang disesuaikan dengan daerahnya agar tercipta lahan-lahan pekerjaan baru serta masyarakat yang berdaya sehingga mereka dapat mandiri secara finansial.

Petani Kopi Gayo Doc. @dompet_dhuafa

Lombok Recovery Center (LoVer) Doc. @dompet_dhuafa

PENGEMBANGAN SOSIAL
Dompet Dhuafa bersama dengan para relawan membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana alam atau konflik peperangan. Ada banyak program dalam bidang Pengembangan Sosial ini yang dijalankan oleh berbagai lembaga di bawah naungan Dompet Dhuafa, seperti: Lembaga Pelayanan Masyarakat, Disaster Management Center, Semesta Hijau, Cordofa (Corp Da’i Dompet Dhuafa), Ideas, dan DDVolunteer. Program-program tetsebut terus mengalami perkembangan mengikuti dinamika yang terjadi di masyarakat.

Psychological First Aid korban gempa Palu Donggala @dompet_dhuafa

Antri Makanan di Dapur Keliling DD @dompet_dhuafa
Penyerahan bantuan korban banjir bandang @dompet_dhuafa

Hey Millennials, Yuk Berbagi!

Dompet Dhuafa rutin menggelar Road Show ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi generasi Milenial agar jangan Takut Berbagi. Seperti baru-baru ini (11/4), ratusan murid kelas 10 dan 11 mengikuti sharing session Jangan Takut Berbagi Goes to School yang bertempat di Aula MAN 2 Bogor. Pada acara tersebut juga dibahas tentang peran kaum Milennials dalam menyebarkan sebanyak-banyaknya manfaat gerakan kebaikan, sebarkan seluas-luasnya bahwa berbagi itu semudah menggerakkan jempol pada layar smartphone.

Jangan Takut Berbagi Goes to School Doc. Twitter @Dompet_Dhuafa

Jangan lupa untuk selalu update berita tentang Dompet Dhuafa, ya! Pastikan sahabat sudah follow akun sosial media Dompet Dhuafa di Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, dan Wikipedia.

Nah, berikut ini adalah berbagai layanan yang tersedia untuk menyalurkan donasi melalui Dompet Dhuafa:

1. Kanal donasi online
2. Transfer bank
3. Counter
4. Care visit (meninjau langsung lokasi program)
5. Tanya jawab zakat
6. Edukasi zakat
7. Laporan donasi

Dompet Dhuafa sebagai lembaga sosial kemanusiaan terbukti memiliki kredibilitas dan profesionalitas yang tinggi serta berintegritas. Tak perlu ragu untuk memilih layanan donasi mana saja yang kita inginkan, sebab laporan keuangan dan bukti penyaluran dana sangat transparan. Semoga Allaah senantiasa melimpahkan keberkahan dan pahala yang sangat banyak kepada pengelola dan relawan Dompet Dhuafa.

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.” (QS. An-Nisa : 114)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Advertisements

Lessons From Surah Luqman Ayah 13-19

1. Surah Luqman : 13 | Refutation of Shirk, Invitation to Tawheed ☝

Entry for #parentingquranjournaling challenge by @muslim.parenting and @faakihah.

🌱🌱🌱

Luqman Al-Hakim (The Wise) was well known as a wise and learned man in Arabia. Allaah has granted him with wisdom and sharp mind of “truthful speech, fulfilling the trust, and leaving what does not concern him.” Allaah has also made the thirty first Surah of the Qur’an named after him, Surah Luqman.

In verse 13, Luqman admonished his son in a perfect manner a father can do to advice his beloved son. The verse was a clear proof of the fact that in his sight shirk was indeed the most heinous sin, and for that very reason he first admonished his dear son to refrain from Shirk as a grave iniquity because man sets up such beings as equals with his Creator and Provider and Benefactor as have no share whatever in creating him, nor in providing for him, nor in bestowing the blessings on him, which he is enjoying in the world.

There could be no greater injustice than this.

The Creator’s right on man is that he should worship Him alone, but he worships others and so deprives Him of His right. Then, in whatever he does in connection with the worship of others than Allah, he exploits many things, from his own mind and body to the earth and heavens, whereas, all these things have been created by Allah, the One. And man has no right to use any of them in the worship of any other than Allah. Then, the right of man’s own self on him is that he should not debase and involve it in punishment. But when he worships others than his Creator, he debases his self as well as makes it deserving of the punishment. Thus, the entire life of a mushrik becomes zulm in every aspect and at all times and his every breath becomes an expression of injustice and iniquity.

Indeed Luqman Al-Hakim has taught us the best wisdom in educating our children to refute shirk and to worship Him alone ☝

2. Surah Luqman : 14 -15 | The Rights of Parents 🌸🌸🌸

After Allaah mentioned the advice of Luqman to his son to avoid shirk in verse 13, Allaah was speaking directly to mankind to be kind to their parents, and explained the reason why mothers deserve the utmost kindness from us. Allaah also instructed to thank Him and to both parents.

🌱

If we noticed, there are multiple verses mentioning commands to be thankful to Allaah and parents which is go hand in hand. Gratitude to God is incomplete without showing gratitude to one’s parents. Since being grateful to God is a form of ibadah (worship) which earns heavenly rewards, it can therefore be said that being grateful to one’s parents also earns heavenly rewards. 🌱🌱🌱

Ibn al-Qayyim (may Allah have mercy on him) said in Madarij al-Salikeen:

“Gratitude is based on five foundations: [Humility of the thankful one towards the One Who is thanked, his love for Him, his acknowledgement of His blessing, his praise of Him for that and not using it for anything that He hates]. These five are the foundations of gratitude which is built on them. If one of them is missing, then one of the foundations of gratitude is missing. Whoever (of the scholars) speaks of gratitude as an independent quality must be referring to all of these five foundations.

Gratitude is shown in the heart by humility, on the tongue by praise and acknowledgement, and in one’s physical actions by obeying and submitting. End quote.

Thus, God has enjoined on us to show kindness, respect, and humility to our parents. We are commanded to do this, even though they may have injured us. The only exception to the above command is made in the following verse of Surah Luqman : 15, that regardless how we should treat parents with the best of manners, if the parents force us to adopt shirk, they should not be obeyed. The words, “And if they strive with you to make you join with Me” imply that a lesser pressure, or a pressure by either of them, deserves to be set aside much more promptly. The next sentence, “Of which you have no knowledge (as such)” is also noteworthy. This gives a sound reason for not obeying the parents in this regard. The parents certainly have the right that the children should serve them, respect them, and obey them in lawful things. But they do not have the right that one should obey them blindly against one’s knowledge of the reality.

Therefore, there is no reason why a person should go on following his parents’ religion just because it is their religion. If the children come to know that their parents are following a false religion, they should give it up and adopt the right religion, and should not follow the wrong way whose falsehood has become clear to them even if the parents use every kind of pressure for it. When this is so in the case of even the parents, it should be so with every other person, too. No one deserves to be followed and obeyed unless one is sure that the person being followed is on the right path.

Note to self 🌼

– As children, let’s always fullfill the right of our parents to be treated with the best of manners, especially to our mother.
– As parents we should also fullfill the rights of our children to be treated kindly and lovingly and show them the best example of treating our parents.

3. Surah Luqman : 16 | Muroqobatullah 🌸

After mentioning about the rights of parents to be treated lovingly and kindly, Allaah mentioned again the loving advice of Luqmanul hakim to his son that Allaah is All – Aware, nothing can escape Allah’s knowledge and His grasp.

A believer must always keep in mind this question, ‘Where is Allah?” Allah is not far away; Allah is not at a distance. Allah is not unaware of what we do. Allah knows everything and He sees everything. The more we have this faith in our hearts and minds, the more we shall do the right things and the more we shall be at peace with us and with others. Our Muslim scholars call this “Muroqabatullah.”

Muraqabatullah or keeping Allah always in mind saves us from lies, hypocrisy and sins. It keeps us aware that whatever we do, whether in public or private, is known to Allah and Allah sees it. When people lose this consciousness then they do not care about what they say and what they do and this leads them to corruption. On the Day of Judgment Allah will say,

“…You thought that Allah did not know about much of what you were doing, so it was your thought that you held about your Lord that led to your ruin and you became the losers.” ( Surah Fussilat :22-23).

🌼

Muraqabatullah is a beautiful experience. It fills a person with peace and tranquility; it gives comfort at the time pain and difficulties. It gives strength and assurance and it makes life beautiful. It keeps on the right path and saves from a lot of troubles.

🌱🌱🌱

A seed in the rock may be hidden for you, but it is known to Allah. A particle in the heavens may be very distant for you, but for Allah it is very near. A thing lying in the layers of the earth may be lying in darkness for you but for him it is in full light.

Therefore, you cannot do anything good or bad, anywhere or any time, which may remain hidden from Allah. He is not only aware of it, but when the time for accountability comes, He will place before you a full record of each act of yours.

🌱🌱🌱

Parenting Lessons:
🌸 Let’s teach our children that even if we cannot see Allaah physically, but he is always watching us in everything we do, in every breath we take, for Allaah is Al-Basheer, Most Subtle, and All-Aware.

4. Surah Luqman : 17 | Hayya Ala Shalah

In the previous verse, we learn that ‘faith’ is not only about knowing Allaah is exist, but also knowing that Allaah knows everything and He sees everything, so as believers we need to keep the steadfastness of this belief by establishing Shalah, like the advice of Luqman in this verse.

Why Shalah?

Shalah is the first pillar of Islam that the Prophet (peace be upon him) mentioned after mentioning the testimony of faith, by which one becomes a Muslim. If the prayers are sound and proper, the rest of the deeds will be sound and proper; and if the prayers are not sound and proper, then the rest of the deeds will not be sound and proper, as the Prophet (peace be upon him) himself stated.
In reality, if the prayer is performed properly – with true remembrance of Allah and turning to Him for forgiveness – it will have a lasting effect on the person. After he finishes the prayer, his heart will be filled with the remembrance of Allah. He will be fearful as well as hopeful of Allah.

🌸

Have we performed our Shalah in the best way possible?

As a mom of one toddler and two little kids, I feel so bad for the quality of my prayers that I am still struggling when praying with children around. It’s really not easy to stay cool and peace when the kid is riding on my back during prostration and the other is lying in front me. Or that struggle of connecting to Allaah when the kids start to fight for toys or other trivial topics. O Allaah please forgive me 😭.

💕

May Allaah forgive me for every deed that displease Him. May Allaah ease us to perform shalah with khusoo’ so that it helps us to spread da’wah of Amar ma’ruf nahi munkar (commanding the good, forbidding the evil) and May Allaah grants us with much sabr for any condition that follows, aamiin ya Mujiibassaailiin 🌼

5. Surah Luqman : 18 | ‘Ujub, Kibr, and Takabbur

After commanding his son to establish Shalah and dakwah, Luqman Al Hakim told him to avoid bad manners of arrogance and bad style of gait.

🌼 وَلَا تُصَعِّرۡ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمۡشِ فِى الۡاَرۡضِ مَرَحًا
ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٍ فَخُوۡرٍ 🌼

“And do not turn your nose up to people, nor walk pridefully upon the earth. Surely Allah does not like whoever is arrogant, boastful.”

🌼🌼🌼

‘ٍMukhtal’ is a person who has a very big opinion of himself, and ‘Fakhur’ is the one who boasts of his superiority over others.

When we turn our nose up to people, we are being arrogant or takabbur, a manifestation of a psychic state in which we feel a sense of superiority over others (Kibr). This Kibr is something different from ‘ujub, which consists of self-love and conceit. Kibr, in this sense, is an inner state, and when its effects are reflected in our behavior and speech, it is called takabbur.

Takabbur (pride) is a great misfortune. The shaitaan did so many sujud but takabbur made him the cursed one. He fell before the eyes of Allah SWT and Allah’s SWT curses fell on him. .

🌿🌿🌿

Do not belittle anyone if you see any sin in him as belittling is a worst sin than the other person’s sin. Have mercy on the sinner, be compassionate towards him, make him understand with love but do not look him down.

6. Surah Luqman : 19 | Be Gentle in Your Gait 🌻

When I found an article on a scientific research where a group of researchers from Switzerland and the U.K. discovered that people make consistent judgments about a guy’s personality based on his walk, I was in no surprise because the Qur’an has mentioned about it 14 centuries ago.

It is in Surah Luqman ayah 18 when Luqman Al-Hakim advised his son not to walk upon Earth pridefully. And in the next ayah, he told him to walk in moderate and gentle way, . “Be moderate in your pace. And lower your voice, for the ugliest of all voices is certainly the braying of donkeys.”

What Luqman meant to say is this: “Avoid these states of the mind and self and walk the gait of a simple, honest and noble person, which neither shows any vanity and haughtiness nor weakness nor ostentatious piety and humility.”

The gait is the first characteristic of the true servants of Allah to which attention has been drawn. This is because the gait indicates the character of an individual. If a man walks in a humble and dignified way, as opposed to a haughty, vain and proud manner, it shows that he is a noble and gentle person. Thus the different gaits of different types of people show what sort of characters they possess. The verse means to imply that the true servants of the Merciful can be easily recognized by their gait among the people. Their attitude of Allah’s worship and obedience has changed them so thoroughly that it can be seen at first sight from their gait that they are noble, humble and good natured people, who cannot be expected to indulge in any mischief.

Wealth, authority, beauty, knowledge, power and such other things cause a man to become proud and vain, and each of these gives him a special style of gait.

🌼

Parenting notes: – teach our children the gait of gentle and noble person. – teach them to lower their voice tone especially when speaking to adults and parents.

DIY Kardus Fun Math | 🍭

Mohon ma’af postingan kali ini mengandung muatan ‘satir’ 🙊. Terinspirasi dari huru-hara negeri tentang “kotak suara kardus bergembok” 😹. Namanya juga berbahan kardus ya, mainan edukatif ini pun pastilah tidak kedap air, tidak anti baret apalagi anti maling, karena meski digembok 😸, ya percuma emang, kecuali tujuannya untuk melatih motorik halus bocah, 😂. Makasih loh wakil rakyat atas ide brilliant-nya, emak jadi terinspirasi menggunakan gembok untuk latihan practical life skill bocah 😅.

Udah ah, kita bahas mainan kardus ini aja, ya, namanya ‘kardus fun math’. Belajar Matematika kayak lagi main vending machine 😄, dapetnya permen yang udah dikasih label penjumlahan. Ada tiga kategori, penjumlahan dengan hasil 10, 15, dan 20. Lalu, minta bocah melengkapi lembar kerja yang udah emak tulis. Sederhana aja, tapi multifungsi insyaAllaah. Bisa diganti dengan tema lain, misal fun grammar, fun tajwid, fun phonics, dll.

Oya, tutorial bisa cari di YouTube ya, tapi gak akan nemu yang pake gembok, soalnya ini bisa-bisaan emak aja 😂

Edisi Belajar Membaca Jam | ⏰

Beberapa waktu yang lalu abang G dapet hadiah jam tangan digital dari abi, ke mana2 dipakenya 😸, sebentar2 dilihatnya, dicocokkan sama jam dinding, “kok beda, Mi?” Katanya, lalu minta diajarin cara baca jam analog.

Sebelumnya, bocah perlu mengenal bilangan2 kelipatan 5. Untuk itu emak buatkan alat bantu hitung dari potongan2 kertas berbentuk jari tangan, lalu minta bocah menuliskan bilangan tiap hitungan lima berikutnya. Kalau sudah cukup menguasai akan lebih mudah mengenalkan konsep menit pada jam analog. Selanjutnya untuk lebih memudahkan dalam membaca jam, bisa dibuatkan DIY penampang jam (lihat gambar).

Segitu dulu ya, bang. Lain waktu sekalian belajar konsep bilangan pecahan, biar tahu kalo jam masuk sekolah itu jam 7 lewat seperempat. 😅

Gratitude Journal | 📝

Salah satu contoh jurnal syukur harian-nya abang G, so simple yet meaningful for him insyaaAllaah. Dia gambar, warnain dan tulis sendiri, emak tinggal tambahin sedikit detail. Gak perlu sempurna gambarnya, yg penting cerita syukur di belakangnya. 💝 .

🌿 Beberapa hari yang lalu abang G ngeluh daun pohon kacang hijaunya bolong2 dimakan belalang. Tapi setelah dijelaskan bahwa Allaah akan kasih pahala sedekah karena tanamannya dimakan hewan, dia langsung senyum bahagia. Begitu juga saat ditanya mau bersyukur untuk apa hari ini, karena nanyanya pas abis makan malem, dijawabnya mau bersyukur atas ikan Lele goreng 🐟.

😅 Ya, sesederhana itu, jurnal ini dibuat sebagai pengingat syukur atas nikmat yang sering kita sepelekan.
Mudah2an konsisten ya, Bang.

Mengenal Bulan-Bulan Hijriyah | 📅🌛

Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk mengenalkan dan membiasakan anak pada sistem penanggalan Hijriyah, di antaranya dengan mengajak anak mendengarkan dan mengikuti nasyid tentang Bulan-Bulan Hijriyah, seperti pada channel Youtube Yufid Kids atau channel Youtube Learn With Zaky.

Mengenalkan ke-12 bulan hijriyah yang Allaah sebutkan di dalam Al-Qur’an Surat At-Tawbah ayat 36 ini, juga bisa kita lakukan dengan bercerita: tentang asal usul mengapa dinamakan bulan Muharram, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Akhir, Safar, Ramadhan, Dzulhijjah, dll. Juga tentang empat bulan Haram/suci yang harus kita agungkan beserta peristiwa-peristiwa yang menyertainya. Tidak lupa ceritakan pula tentang kapan mulai ditetapkannya penanggalan Hijriyah pada masa Khalifah Umar bin Khatab, tentang mengapa tahun 1 Hijriyah diambil dari tahun hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah, dan bukan diambil dari tahun kelahiran atau wafat nabi.

Cara lain yang bisa dilakukan yaitu melalui permainan (game), seperti: anak2 mengambil secara acak gulungan kertas yang bertuliskan nama2 bulan, lalu mereka menyebutkannya dan meneruskan satu nama bulan berikutnya, permainan ‘who am I?’ di mana anak2 mencoba menerka nama bulan Hijriyah dengan mengajukan pertanyaan2, bermain lempar tangkap bola dengan teman dalam lingkaran dan bergantian menyebutkan nama-nama bulan sesuai urutannya, dll.

Menempel poster Kalender Hijriyah juga bisa dilakukan sebagai alat Bantu (visual aid) agar memudahkan anak dalam menghafal lewat tulisan dan ilustrasi/gambar.

Bagi anak2 yang menyukai hands-on learning, belajar tentang nama2 bulan hijriyah juga bisa kita lakukan dengan membuat sendiri Kalender Hijriyah handmade, seperti yang kami lakukan (lihat gambar). 👇

30 Momblogger Inspiratif | 🌼🌷🌸

Berikut adalah 30 daftar blog keren (dalam dan luar negeri) yang wajib kalian follow.

Para Momblogger baik hati yang bersedia berbagi aktivitas edukatif untuk anak2 Muslim dan juga membagi printablesnya secara gratis. MaasyaAllah, semoga Allaah membalas kebaikan kalian, dan menjadikannya amal jariyyah.
Jazakunallah khayran atas inspirasinya, sister fillah. 💐💐💐 .

1. Muslim Kecil
2. Ummu Umar
3. Rumah Berbagi
4. Mama Ray
5. Ummu Jita
6. Kiki Barkiah
7. Sarah Alya
8. Familia Kreativa
9. Ayah Bunda Belajar
10. Indonesia Montessori
11. Mama Q3
12. Sunni Homeschooling
13. Klastulistiwa
14. A Muslim Child Is Born
15 Iman’s Homeschool
16. A Muslim Homeschool
17. Umm Maimoonah Records
18. Umm Assad Homeschool
19. Growing In The Deen
20. TJ Homeschooling
21. Islamic Bedtime Stories
22. Islamic Bulletin Boards
23. Raising The Ummah
24. Raising Young Believers
25. Our Muslim Homeschool
26. Ayeina
27. Rabata
28. Noorjanan
29. A Muslim Mama
30. Muslimommy

DIY Solar System | 🌏🌠🌜🌞

Hari ini Mr. Presiden datang ke Lampung Timur, sekolah pun ikutan libur! Yeay 😅 😶

Libur sekolah, ya, bukan libur belajar 💪. Ini bahasan request-an Gege, tentang #temaalamsemesta yang selalu sedap dipandang mata, maasyaaAllaah!

Alat dan bahan gampang didapat insyaAllaah, seperti: kardus, kertas karton warna hitam, plastisin, lem, glitter warna perak, krayon warna putih/kapur tulis, dan kertas. 🎨

Sesi belajar ini cukup lama, sepanjang waktu bobok siang adek Iman, lah 😄, jadi mari sambil ngobrol2 ringan tentang indahnya pemandangan langit di atas sana.

Bocah belajar bahwa Bumi, tempat tinggal kita ini, bersama dengan planet2 lain, beredar mengelilingi matahari. Kalo jaman Emak sekolah dulu, masih ngapalin 9 nama planet, anak2 jaman now tampaknya hanya belajar bahwa planet berjumlah 8 (4 planet terrestrial + 4 planet giant gas), sebab Pluto telah dikeluarkan dari sistem, namun kemudian dimasukkan ke dalam ‘dwarf planets’ yang jumlahnya ternyata ada ribuan. Perihal Pluto, ada teori lain yang membahasnya. Bocah gak perlu tahu, dulu, biarlah ini jadi PR emak 😆

Yang bocah perlu tahu, bahwa di langit sana, Allaah telah membuat jalan-jalan (garis orbit) “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (QS Adz-Dzariat : 7).

Allaah telah menciptakan gugusan bintang dan menghiasi langit bagi orang yang memandangnya (QS. Al-Hijr : 16, Al-Buruuj : 1)

Allaah juga telah menundukkan matahari dan bulan yang masing2 beredar menurut waktu yang ditentukan (Az-Zumar : 5, Ar-Ra’d : 2, Al-Anbiya’ : 30).

Maha suci Allah Yang menguasai langit dan Bumi!

To be continued insyaaAllah –

Aktivitas Anak Tema Air Udara Api

Selalu ngerasa ‘dibuang sayang’ ama si bunga es tiap kali bersih2 freezer. Bikin eksperimen balon pada suhu rendah dan suhu tinggi aja, ya kids! Apa yang akan terjadi pada balon jika botol dimasukkan dalam air es dan air hangat ya? 🎈

Balon terlihat mengembang saat botol dimasukkan ke dalam air hangat, sebaliknya mengerut saat berada dalam suhu rendah (air es). .
Kenapa? —> Sebab udara dalam botol menjadi panas dan butuh tempat yang lebih luas sehingga menempati ruang pada balon (balon mengembang). Vise versa.

Ini artinya udara (gas) yang panas lebih ringan dibandingkan dengan udara dingin. Makanya balon udara bisa terbang tinggi karena terdorong panas. 🎴

DIY POCKET CHART

1. DIY Calendar Pocket Chart | 🌻

Bocah belajar mengenal nama – nama bulan pada kalender Gregorian, nama-nama hari, tanggal, musim, juga cuaca.

Yang penting juga dibahas, sistem penanggalan ini manusia yang temukan formulanya dari pergerakan matahari dan bulan, tapi Allaah lah yang mengatur dan membuat keduanya berjalan menurut perhitungan yang sempurna, terukur, tidak berubah, dan beraturan. Masing-masing dari keduanya memiliki orbit yang dilaluinya pada musim panas dan musim dingin, sehingga perjalanan itu menghasilkan pergantian malam dan siang berikut panjang dan pendeknya (Q.S Al-An’am: 96).

InsyaAllaah nanti kita bikin penanggalan Hijriyah-nya, yang menjadi patokan ummat untuk menetapkan puasa Ramadhan, ayyamul bidh, asyura, bulan haji, eidul fitr, dll.

2. DIY Standard Pocket Chart | Multipurpose

Visual aid yang insyaAllaah sangat faedah. Bisa dipakai untuk berbagai keperluan belajar, misalnya belajar baca dan hitung untuk anak TK.

Pocket Chart ini juga banyak membantu managemen kelas kelompok kecil, menjadi teman setia Bapak Ibu Guru. Seru banget ngebayangin ngajar ‘tenses’ pake bantuan alat ngajar ini 😸, bisa juga kok buat chart absensi kelas, untuk keperluan voting, dll.

Jadi silakan DIY 😻. Bikinnya gak pake ribet. Kalo mau versi simpel seperti ini cuman dibutuhkan kertas karton, plastik bening alas meja (sampul buku), dan double tape. Kalo ada waktu dan suka jahit menjahit, strip plastiknya bisa dijahit pada selembar kain (bahan nylon ato yg lain) biar portable and foldable.